Diam-diam Cinta
Ia menyisip dari gelas kertasnya.
“Apa itu?” tanya Arkana, sekilas aroma krim dari minumannya lewat di depan hidungnya.
“Matcha. Aku suka matcha,” kenang Cantra yang entah pada apa.
“Boleh kucoba?”
“Ini sangat manis, nanti kamu akan merasa mual.” Tapi, Cantra tetap mengulurkan gelas kertas miliknya.
Arkana mencicipi minuman itu sedikit, lalu mengakui, “Kamu perempuan yang sulit ditebak.”
Hot Chapters