Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Terpaksa Menjadi Istri Kedua Bos Arogan

Terpaksa Menjadi Istri Kedua Bos Arogan

tanya Bi Ina. Bi Ina adalah Art di rumah orang tua Arthur. "Iya dimana mereka?" tanya Arthur. "Ada di taman belakang, bibi panggilkan ya den," "Gak usah bi, biar Arthur aja yang panggil, bibi buatkan minum aja untuk dia," tunjuk Arthur kearaha Ayra. "Baik den," Arthur menyusul orang tuanya di taman belakang, sedangkan bi Ina membuatkan minum. Tinggallah Ayra sendiri diruang tamu.
101.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 41 kali sebagai arti binal
Baca
+Pustaka
IBU SUSU UNTUK ANAK KONGLOMERAT

IBU SUSU UNTUK ANAK KONGLOMERAT

“Sa-saya ….” “Bi Nining, sebaiknya Bi Nining masuk mobil saya dulu. Ini hujannya deras sekali,” ajak Gala. Bi Nining tampak ragu-ragu untuk memasuki mobil Gala. “Masuk saja, Bi. Tidak apa-apa,” ujar Gala. Bi Nining pun masuk di barisan belakang. Tampak Nabila terkejut melihat wanita itu, yang ternyata adalah ART di rumah Mona.
9.826.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai arti binal
Baca
+Pustaka
DIKIRA SOPIR TERNYATA PUTRA PRESDIR

DIKIRA SOPIR TERNYATA PUTRA PRESDIR

“Ada anak lelaki di daerah sini yang namanya Bani, enggak?” “Hah? Bani? Bani siapa? Arbani Yazis?” “Ish, dia mah artis.” Khanza terkekeh, sementara Adiba mencebik. Ia memang tak tahu lagi dengan cerita dan nasib pria kecil bernama Bani itu. Karena setelah kejadian Adiba tercebur, ia tak diperbolehkan ikut ke panti lagi. Hanya sesekali saat usianya sudah menginjak SMA.
109.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 313 kali sebagai arti binal
Baca
+Pustaka
Istri Tanpa Nafkah (Batin)

Istri Tanpa Nafkah (Batin)

“Baru juga dipuji, eh udah langsung nyebelin lagi lo, Bil. Ya udah aku katain yang jelek-jelek, deh, kamu malesin, nyebelin, bikin enek!” Nabila jadi tertawa lagi. “Tapi emang bener sih, kamu emang banyak musuhnya meskipun kamu nggak ngapa-ngapain juga, Bil. Mungkin mereka tahu kalau kamu memang berpotensi dari dulu.” “Berpotensi apalagi yang kamu maksud ini hem?” tanya Bila segera. “Berpotensi menghancurkan dan menyingkirkan banyak orang.” “Jiaakkkhh!”
1035.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 807 kali sebagai arti binal
Baca
+Pustaka
 CINTA DI BALIK BENCI

CINTA DI BALIK BENCI

“Mereka bilang aku... punya sesuatu yang spesial.” “Spesial?” Raka, yang sejak tadi diam, akhirnya angkat bicara. Suaranya terdengar skeptis, tetapi juga penuh rasa ingin tahu. Arvin mengangguk. “Aku punya kemampuan untuk melihat hal-hal yang orang lain gak bisa lihat. Itulah kenapa mereka mengambilku. Orang-orang itu bilang mereka bisa melatihku, membuatku lebih kuat. Tapi aku cuma jadi alat mereka.”
102.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 60 kali sebagai arti binal
Baca
+Pustaka
SILARIANG

SILARIANG

Terryn pun menyalakan komputernya dan Asha juga duduk di tempatnya persis di samping kubikel Terryn. “Emang Arsyl itu asli Makassar juga yaa, senior kamu di Unhas ‘kan?” jomblo akut Asha yang sudah sepanjang tahun ini melekat membuat jiwa kepo Asha meronta-ronta melihat pria muda sebening Arsyl. “Ayahnya memang asli Makassar teman dari pamanku, ibunya orang Sunda. Perpaduan tegas dan lembut yang unik.” Seulas senyum tertarik di bibir Tenri.
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 87 kali sebagai arti binal
Baca
+Pustaka
AMBISI BISAWARNA

AMBISI BISAWARNA

Maka, Padepokan Jati Jajar juga membolehkan para murid untuk berlatih dengan dua senjata atau lebih. Salah satu murid yang berbakat dengan berbagai macam senjata adalah Bisawarna. Sejak kecil, dia sudah berlatih dengan berbagai macam senjata di bawah assuhan ayahnya sendiri sebagai gurunya, Resi Sabda Jati. Di usia delapan belas tahun ini, Bisawarna telah menguasai enam teknik senjata, yaitu pedang, tombak, gada, keris, tongkat, dan kapak. Saat ini, dia sedang berlatih untuk menguasai senjata ke tujuh: panah.
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 97 kali sebagai arti binal
Baca
+Pustaka
Temaram Hilang Binar

Temaram Hilang Binar

Masih berusaha meraih minuman dari tangan Binar. Binar menyembunyikan minumannya di belakang tubuh kemudian berusaha melakukan kontak mata dengan Ara. "Minuman Kakak dingin sekali. Mungkin nanti gigi Ara bisa sakit kalau meminumnya," Binar berusaha menjelaskan sambil merogoh sakunya dan mengambil satu bungkus kecil kue kering cokelat. Binar hendak memberikan makanan kecil itu kepada Ara namun ia terlebih dahulu meminta izin kepada ayah sang anak. "Boleh saya berikan?"
4.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 108 kali sebagai arti binal
Baca
+Pustaka
BI-LA

BI-LA

“Lo sama Nata aja cakepan Nata. Tolong lo bercermin dulu, Gy.” Argy mendelik mendengar ucapan Lani. “Mba, kenapa sih hobi banget bully Argy?” “Lo emang bully-able.” Biru tak sengaja bertatapan dengan mata Nila membuat gadis itu senang, “Nah, kalau Biru mah sayang-able. Udah ya, gue gak tahan mau nyamperin suami.” “Calon, Nil! Calon!” Argy mengingatkan Nila tapi tampaknya gadis itu tak perduli.
2.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 95 kali sebagai arti binal
Baca
+Pustaka
Binar Kalbu

Binar Kalbu

Hanya perlu waktu dua bulan untuk seorang Abbian meluluhkan hati Rine yang sekeras karang di lautan. Makan malam seorang diri terasa begitu hambar bagi Rine. Satu-satunya asisten rumah tangga, Bi Jum namanya, juga sudah pamit pulang sehingga menyisakan kesepian. Suara denting sendok yang beradu dengan piring menjadi musik yang meramaikan. Dia hendak menghubungi Abbian, tetapi egonya menahan itu. Cewek dengan kaus oblong dan celana pendek itu enggan ketergantungan kepada siapa pun dengan alasan apa pun. Terpaksa, dia menikmati sepiring nasi dengan lauk ayam goreng dan sambal terasi seorang diri. Sesendok demi sesendok nasi mulai dikunyah walau teramat pelan. Selera makannya selalu menguap ket
2.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 87 kali sebagai arti binal
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12345
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status