Penguasa hati
Yasmin memegang lengan lelaki itu, “semua ini kulakukan demi kamu! Kaulah harapanku! Yang menyemangati hidupku selama ini, kaulah matahariku.”
“Jangan jadikan aku harapanmu, karena kau akan hancur ketika aku hancur ....”
“Wibi! Kamu jahat!” Yasmin menahan tangisnya.
“Maaf Yasmin, aku manusia biasa, Tuhan hanya memberi aku satu hati, namun hati ini sedemikian kecilnya sehingga tidak dapat menampung hati semua orang.” Lalu Wibi pergi meninggalkan Yasmin yang menangis sambil meneriakkan namanya. Ia tak peduli meski beberapa mahasiswa berbisik-bisik di belakang dan depannya.
Hot Chapters