PEMBALASAN DENDAM SANG PEWARIS
ucap Aditya dengan nada sedikit haru sambil terus menghela nafas, dadanya terasa sesak saat menjelaskan sesuatu yang masih ambigu itu.
Catrina menunduk dengan air mata yang terus berlinang, dia masih ragu dengan perkataan Aditya yang menurutnya sedang menyembunyikan sesuatu itu, "Adit, aku tidak peduli jika hidupku dalam bahaya, aku ingin menantang semuanya bersama kamu, tolonglah jangan beralasan lagi, aku tahu dihatimu tidak ada aku, sudah dari awal aku terpesona olehmu tapi aku tahu kamu tidak memiliki perasaan itu meskipun sedikit di dalam hatimu itu"
"ti-tidak Cat, bukan be …" Aditya tidak sempat meneruskan ucapannya karena Catrina berdiri dari duduknya lalu memandang dan menjegal ucapa
Hot Chapters