Ada Hantu Di Ujung Jalan
“Gak ada, Jak. Aku cuma... tidak punya keinginan yang cukup kuat untuk masuk ke pintu itu. Aku merasa... semasa hidup, aku belum punya arti apapun.”
Jaka berdiri dengan wajah yang serius.
“Kamu salah, Dim.”
“Hah?”
“Kamu sudah berarti untuk hidupku. Kamu bikin aku sadar, kalau hidup, mati, atau jadi arwah pun masih bisa punya tujuan. Tanpa kamu, aku mungkin sudah jadi hantu yang gentayangan sambil gangguin live streaming orang. Ga ada tujuanlah.”
Mereka berdua tertawa kecil. Lalu Dimas menatap Jaka dengan mata berbinar.
Hot Chapters