Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Tergoda Mama Muda

Tergoda Mama Muda

Rishian : Aku cengar-cengir, langsung dilemparin spidol sama Abi Andri. Zhu Hadwin : Ehh, rame. Liu Bin : Apa ada kerusuhan di Jakarta? Yao Scott : Aku sedang rapat, langsung tertawa lihat chat ini. Linggha : Saya baru on. Ternyata Aric lagi jadi artis di sini. Biduri : Aku bingung mau komentar apa. Alvaro : @Yao Scott. Besok, kita jadi tele conference?
256 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5 kali sebagai arti marga
Baca
+Pustaka
Ditikam Cinta

Ditikam Cinta

Ujar Elard “Kira Kira Untuk Tahap selanjutnya apa yang akan anda usung untuk Tema nanti.” Ujar Wartawan 1 Elard terdiam sejenak saat mendengar pertanyaan dari Awak media, “Forest.” Ujar Elard. Lalu Media yang menyiarkan Kompetisi itu langsung membuat Berita dimana Kompetisi yang di selenggaraakan E Malik Art Studio berjalan dengan sangat hikmat dimana 25 lukisan telah memasuki tahap kedua dengan mengusung Tema Forest. Dan dalam berita tersebut 25 Lukisan yang masuk kedalam Tahap kedua di pampang dalam semuluruh Media cetak dan Elektronik. Semua Masyarakat melihat 25 lukisan yang berhasil masuk kedalam Tahap berikutnya. Dan Semuaa orang terkesima melihat Lukisan nomor urut 25 yang begitu bagu
105.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 209 kali sebagai arti marga
Baca
+Pustaka
Tanah Larangan: Jangan Bawa Pulang Apa pun

Tanah Larangan: Jangan Bawa Pulang Apa pun

Bu Darmi menatapnya dalam, sementara Reza dan Ki Harjo berdiri tak jauh dari pintu, memperhatikan dengan penuh rasa curiga. “Maaf kalau kedatangan saya tiba-tiba, Bu,” ujar pria itu. Suaranya tenang, namun ada nada dingin yang tersembunyi. “Nama saya Arman. Saya peneliti budaya dan sejarah kuno. Saya sudah lama mencari seseorang bernama Darmi… dan sebuah tempat yang disebut Tanah Larangan.” Ki Harjo menyipitkan mata. “Peneliti budaya, sampeyan bilang? Sampeyan dari mana asale?”
1.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36 kali sebagai arti marga
Baca
+Pustaka
Malam Pertama Sang Istri Kontrak

Malam Pertama Sang Istri Kontrak

“Berarti dia beneran balik?” “Bukan cuma balik, Syah. Dia mau main halus. Nggak nyentuh kita langsung, tapi nyentuh kepercayaan orang ke kita.” --- Malamnya, Arga sengaja datang ke ujung jalan, pura-pura memeriksa lokasi yang disebut Bu Sumirah. Di situ, memang sudah ada papan kayu besar bertuliskan: “Segera dibuka: Toko Mitra Sejahtera – Harga Lebih Murah, Langsung dari Distributor Kota.”
101.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 55 kali sebagai arti marga
Baca
+Pustaka
Curug Kembar Pintu Gerbang Dunia Lain

Curug Kembar Pintu Gerbang Dunia Lain

“Apa maksudnya, Pak?” Pak Jatmiko berdiri, membuka lemari tua, lalu mengambil satu gulungan kain lusuh berwarna kecokelatan. Ia membentangkan kain itu di meja. Tergambar peta tua Desa Kemuning dan wilayah di sekitarnya. Di bagian tengah, ada dua garis biru vertikal yang melambangkan Curug Kembar, dan di antara keduanya: titik merah kecil bertuliskan aksara Jawa kuno. “Itu hutan kecil yang ada di antara dua curug, ya?” tanya Arga.
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai arti marga
Baca
+Pustaka
60 Detik: Menggapai langit untuknya

60 Detik: Menggapai langit untuknya

tanya Arga “Oh tentu aja pasti untung, secara gue famous gitu.” Arga tertawa, “Kepedean lo. Siapa sih yang gak kenal dia disini? Dia itu juara umum. Sedangkan lo?” “Gue ganteng, ya!” ucap Rama tidak terima “Ganteng doang gak cukup, sayang.” Ejek Arga kepada Rama “Najis, sayang-sayang. Geli!”
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 75 kali sebagai arti marga
Baca
+Pustaka
Rumah Ramaria

Rumah Ramaria

Kupeluk lagi erat tubuhnya. Setelah kami selesai menurunkan tanaman-tanaman yang ditaruh di bagasi belakang mobil, tiba-tiba pengrajin kayu yang membuat papan nama dengan tulisan Rumah Ramaria datang. Kami mempersilahkannya masuk untuk menaruh papan di dinding depan rumah kami. Potongan kayu persegi panjang dengan keempat sikunya dibuat lancip, diplitur dan tertulis rapi Rumah Ramaria. Indah sekali. Setelah membayar dan berterima kasih, bapak pengrajin kayu pulang naik motornya. Kini aku dan Maria sedang melihat papan nama rumah kami dengan tatapan haru.
104.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 130 kali sebagai arti marga
Baca
+Pustaka
Siasat Sang Penguasa

Siasat Sang Penguasa

Karena itu terjadi, di saat Arga belum terlahir kembali. Namun saat Manggala keluar dari Altar, Mata beriris Peraknya bersirobok dengan mata biru milik Arga, membuat si pemuda Bratajaya memberanikan diri untuk menyapa, "Saya Arga, Guru pangeran ke-7. Memberi salam kepada sang panglima." Tutur Arga sopan.
1010.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 227 kali sebagai arti marga
Baca
+Pustaka
TERBUAI PERHATIAN DOKTER TAMPAN

TERBUAI PERHATIAN DOKTER TAMPAN

seru Arumi antusias. Belva berdiri di samping meja, membagikan satu per satu. Ada kain ringan berwarna laut, sabun aromaterapi, cokelat artisan, kerajinan kecil bertema pulau. Semuanya tampak serasi—seolah dipilih sambil berjalan santai di pasar lokal. “Wah, cantik,” komentar Yarra sambil membalik kain. “Ini dari mana?” “Dari pulau itu,” jawab Belva tenang. “Aku suka warnanya.”
104.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 106 kali sebagai arti marga
Baca
+Pustaka
Satu Miliar Untuk ART

Satu Miliar Untuk ART

Tiba-tiba salah seorang rekan kerja menanyakan tentang kondisi Belda. "Semakin membaik, Tapi jujur saja...." Perta sepertinya terlihat ragu. "Ada apa?" Tanya rekan kerjanya sambil duduk di depan Perta. "Aku sedang butuh seorang art, Karena istriku membutuhkan seseorang yang menemaninya, saat aku tinggal kerja," jawab Perta. "Kebetulan sekali, Aku mempunyai Tetangga yang anak gadisnya berusia 20 tahun, dia itu anak yatim, kalau kamu mau, nanti aku bicara sama tetanggaku itu," ucap Yaris.
104.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 95 kali sebagai arti marga
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status