Arimbi
" Sabar, ya, Non. Kalau menyangkut nyonya Arimbi beliau memang sangat sensitif."
Mengusap air matanya Hanna mengangguk, dan mencoba tersenyum. Hanna tidak boleh lemah dan cengeng. Kedudukan Arimbi memang selalu menjadi nomor satu di hati Sultan, sebagai madu yang baik Hanna harus mengerti. Menuju jendelanya, Hanna berusaha mencari keberadaan Ratih yang membawa Arimbi ke taman, tetapi mereka tidak terlihat.
"Bu, aku harus keluar," ujar Hanna, mulai panik.
Hot Chapters