Sentuhan Panas Ayah Sahabatku
"Iya, Tan. Dia adalah salah satu asisten pribadi Satria. Dia yang bantu urus rumah duka. Jadi, nanti kita nggak perlu terlalu mikirin itu lagi."
Cinta menarik napas perlahan. Kali ini lebih teratur, meski masih terasa berat.
"Iya, An," ucapnya singkat.
Siska yang sejak tadi memperhatikan, sedikit menggeser duduknya.
"Tante," ucapnya hati-hati. "Sekarang aku liat Tante udah agak mendingan. Menurut aku, di sini nggak terlalu nyaman buat istirahat."