Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Rintik Hujan yang Tak Pernah Pulang

Rintik Hujan yang Tak Pernah Pulang

Malam ini, tepat di malam pergantian tahun, hujan turun dengan sangat deras. Di tengah riuhnya suara hujan, Rian tiba-tiba datang mengetuk pintu rumah Kakek dan nenekku. "Lintang, cepat keluar! Hujannya turun!" Aku ditarik olehnya dan kami berlari ke teras, lalu berjalan pelan menembus gerimis yang mulai mereda. Tetesan air jatuh membasahi bumi, suasananya begitu tenang, tetapi terasa megah.
2.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 78 kali sebagai awan hujan
Baca
+Pustaka
Kontrak Ranjang Sang CEO Pengkhianat

Kontrak Ranjang Sang CEO Pengkhianat

Bab 35: Hujan dan Penyesalan Langit di atas Tokyo seolah-olah runtuh. Gumpalan awan hitam pekat yang sejak sore tadi menggantung rendah akhirnya tumpah dalam bentuk badai yang brutal. Suara petir menggelegar, menggetarkan kaca-kaca jendela kediaman Tanaka yang kokoh. Di dalam rumah, atmosfer tidak kalah mencekam. Ketegangan setelah konfrontasi di dalam mobil mengenai tawaran Kenji masih menggantung di udara, menciptakan tembok tak kasat mata antara Hiroshi dan Aiko.
1.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 23 kali sebagai awan hujan
Baca
+Pustaka
JARUM PERAK DEWA MEDIS: Kebangkitan Lin Xuan!

JARUM PERAK DEWA MEDIS: Kebangkitan Lin Xuan!

--- Dua Bulan Kemudian Haiyang memasuki musim hujan. Setiap sore, langit berubah kelabu dan hujan turun dengan setia, mengguyur jalanan dan menciptakan sungai kecil di setiap pinggir trotoar. Tapi itu tidak menghentikan kehidupan kota. Alun-Alun Ping'an tetap ramai, dengan pedagang kaki lima yang memasang tenda dan pengunjung yang bergantian berlari dari satu atap ke atap lain.
1020.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 642 kali sebagai awan hujan
Baca
+Pustaka
Fragmen di Bawah Hujan

Fragmen di Bawah Hujan

Satu kalimat baru muncul di bawahnya, meski aku tahu aku tak menulis apa pun: “Aku di sini, Nara. Tapi kau harus berani mendengarkan diamnya hujan.” Lampu kamar berkedip. Bayangan di jendela bergerak pelan. Dan untuk pertama kalinya sejak aku kembali ke kota ini, aku merasa hujan benar-benar hidup — bukan sebagai cuaca, tapi sebagai sesuatu yang mengingat.
101.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 40 kali sebagai awan hujan
Baca
+Pustaka
Semakin Red Flag Semakin Cinta

Semakin Red Flag Semakin Cinta

Maaf dan terima kasih adalah dua kata yang sangat mahal. Lady beranjak dari tempatnya duduk untuk menutup gorden. Di luar gelap semakin meraja karena hari sudah malam. Titik-titik air berhamburan dari langit. Akhir-akhir ini setiap malam hujan tidak pernah absen menyiram bumi. “Hujan?” tanya Rain pada Lady saat perempuan itu memutar tubuh. ”Iya, kayaknya bakalan deras. Aku jadi kangen pengen makan mie rebus. Kamu mau?”
920.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 800 kali sebagai awan hujan
Baca
+Pustaka
Menggenggam Awan

Menggenggam Awan

Yang dapat menghapus mendung, hanya hujan. Wuri duduk terbangun. Ia mengusap dadanya perlahan. Baru saja ia terbangun karena mimpi buruk yang terasa sangat nyata. Wuri melihat Awan sedang mencumbu wanita lain di hadapannya. Awan terlihat begitu bahagia dengan wanita itu di dalam mimpinya. Wuri mengusap sisa air mata yang jatuh tanpa ia sadari, lalu menarik ponsel yang tergeletak di samping tempatnya terlelap. Ia bhangun kesiangan hari ini, jam di ponsel sudah menunjukkan jam tujuh pagi. Wuri melihat tempat tidur di sampingnya, belum ia dapati Awan. Awan belum pulang. Wuri membuka sebuah pesan di ponselnya, terlihat dari Awan.
2.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 67 kali sebagai awan hujan
Baca
+Pustaka
JIKA CINTA JANGAN BERCERAI

JIKA CINTA JANGAN BERCERAI

”Ihh sial, kenapa sih hujan sederas ini, padahal tadi cuaca cerah,” umpat Keyra. “Hush, jangan mengumpat hujan Key, hujan itu berkah, lihatlah tanaman buahku tumbuh subur itu karena hujan, kita harus bersyukur, jika datang hujan berdoalah Bismillaahir rahmaanir rahiim Allahumma shoyyiban naafi’an artinya Ya Allah jadikanlah hujan yang membawa manfaat.” “Oh...jadi begitu, sangat menyejukan ya,” balas Keyra ia semakin mendekatkan tubuhnya pada Afnan, karena hawa dingin, semakin menusuk tulangnya.
109.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 351 kali sebagai awan hujan
Tampilkan Ulasan (4)
Baca
+Pustaka
yenyen
maaf ya ga lanjut baca lagi karena ceritanya muter muter aja di culik, diancem, ga pinter pinter karakter tokohnya kejebak melulu. Bahkan keledai pun tidak mau jatuh ke dua kali masak ini berkali kali ...
Aurora Aurora
JELEKNYA GINI CERITA POLIGAMI, SE AKAN² MELECEHKAN AGAMA ISLAM...!!!! INI JELAS SALAH ....!!!! RASULULLAH SAW, TIDAK MENGAJARKAN POLIGAMI YG SEPERTI INI, MANIPULATIF...!!! SE ORANG GELAR KYAI, TERKESAN IRI HATI, DENDAM, PDAHAL KARAKTER ORANG SHOLEH. BGTUPUN LATISHA, SAMA AJA IRI HATI, DENDAM..!!!
Baca Semua Ulasan
TERSESAT DI SARANDJANA

TERSESAT DI SARANDJANA

Anang turun dari mobil lalu berlari menuju ke ruangan pengelola yang posisinya berada di paling depan wahana permainan. Di ruangan itu, Aldo ternyata tidak sendirian. Dia sedang bersama Tuan Attar yang terlihat ketakutan pada bunyi hujan. Bak Profesor, Aldo berapi-api menjelaskan bahwa hujan sering terjadi di dunia nyata. Bahwa hujan sama sekali tidak berbahaya. Padahal Jakarta langganan banjir gara-gara hujan. Tanpa berbasa-basi, Anang segera memberi gelengan kepala agar Aldo mengikuti.
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 107 kali sebagai awan hujan
Baca
+Pustaka
ANGELA (Sang Perias Jenazah)

ANGELA (Sang Perias Jenazah)

Namun, apa daya. Awan-awan pembawa air mulai memenuhi hamparan langit kota. Angela memacu motornya lebih cepat. Ia tidak mau kehujanan di jalan karena air hujan yang dingin bisa memunculkan alergi di kulitnya. Dan itu akan mengganggu konsentrasi pekerjaannya.
1014.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 462 kali sebagai awan hujan
Baca
+Pustaka
Selir Medis Penguasa Langit

Selir Medis Penguasa Langit

Sera dan Shinta mempunyai pemahaman yang sama dan berkata dengan serempak. Anita Yuan menutup mulutnya dengan sedih. Terjadi hujan lebat di hari ketiga, di musim semi ini sudah hujan, namun hujan lebat saat ini merupakan hujan pertama di tahun ini. Hujan mulai turun pada siang hari dan tidak berhenti sampai malam. Anita Yuan sedikit cemas, dan Raja Qi tidak bisa datang karena cuaca ini. Benar saja, ketika malam tiba, dia tidak melihatnya datang. Anita Yuan sangat putus asa hingga dia tidak bisa makan dan kembali ke kamarnya lebih awal.
9.85.3M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 179.5K kali sebagai awan hujan
Tampilkan Ulasan (2060)
Baca
+Pustaka
ماوار سياع افيف
gimana cerita ny kok sudah tamat ...pdahal petasan kecil belum lahir ...mana danau cermin belum ada jalan pulang ny ...huhuhu...... lanjutin LG thooorr cerita nya ... gak bisa bobok KLO kaya gini gantung ...pdahal di setiap cerita tak tunggu in lhooo ... penasaran sama petasan kecil apakah laki2 atau
Devi Zulfia
terasa seperti mimpi cerita selir medis sudah tamat tapi ternyata betul betul tamat dan dengan berat hati aku harus hapus ini aplikasi karena aku udah malas baca novel yang lain yang aku suka cuma novel ini aja ...
Baca Semua Ulasan
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status