SYAIR SINGGASANA 2 : DARAH PARA RAJA
Aku dengan pelan bangkit meskipun masih menunduk di depan sang raja, bahkan saat sang raja menepuk pundakku, aku masih tak berani menatap wajahnya.
“Berbulan-bulan aku berkeliling daerah barat negeri ini, akhirnya aku bisa melihat jelas bagaimana kerja kerasmu selama ini, Estungkara. Pajak stabil, pendapatan negeri aman, tak ada keluhan berarti yang kudapat. Hanya suku Adighana Wijaya yang kerap berselisih mengenai tambang emas mereka. Nanti kau coba panggil Temanggung Simamar, buat dia mengerti aturan tutup pagar untuk meminimalisir kericuhan pembagian hasil alam, kalau perlu kau suruh dia belajar ke Suku Hema dan Suku Tala, agar mereka sadar, tak hanya mereka yang punya hasil alam menakjub
Bab Populer