KEBANGKITAN PUTERA JAYANTARA
Di sana, rumput tumbuh subur, udara terasa segar, dan suara alam terdengar jelas tanpa gangguan.
“Duduklah dengan tenang, Jaya,” perintah Mpu Suro sambil duduk bersila di atas tikar daun pandan yang ia hamparkan. “Hari ini kita tidak akan berlari, tidak akan mengangkat beban, dan tidak akan memegang tongkat. Kita mulai dari hal yang paling dasar, yang paling penting, namun seringkali dilupakan orang.”
Jaya menirukan gerakan lelaki tua itu, duduk dengan punggung tegak namun rileks. “Apa yang akan kita pelajari, Kakek?”