Shadow of The Past
Anggukan Kazuki membuat Kei menambahkan, “Aku tidak tinggal di sana. Apartemen yang kutinggali tak terlalu jauh dari sini. Aku hanya kebetulan lewat.”
Kazuki mengerjap, kemudian mengangguk.
“Apakah Anda punya waktu luang, Hasegawa-san?” tanyanya tanpa ragu. “Aku ingin bicara.”
Permintaan frontal Kazuki benar-benar tidak disangka. Kei menahan senyuman tertarik.
“Sure, kau juga bisa bicara dengan Bahasa Inggris kalau tak nyaman dengan Jepang,” timpal Kei dengan enteng. “Lagi pula, aku tak berencana untuk langsung pergi karena tujuan kita nanti memang sama.”