Penakluk Cinta Sang Dosen
“Kalau Mbah ngomong sama Papamu, yang ada Papamu bakalan bilang kalau weton dan hari baik itu nggak ada. Semua hari ya hari baik, apalagi hari jumat. Papamu pasti bilang begitu. Nggak bisa seperti itu Nduk. Papamu nggak percaya hitung-hitungan orang jawa seperti ini. Padahal sudah banyak buktinya. Sudah, pokoknya kamu manut sama Mbah. Di rumah ini cuma Mbah yang sayang sama kamu.”
Caca tersenyum kecut dan mengangguk pelan. Dadanya sesak, seolah-olah rongga dadanya menciut karena udara tersedot keluar semua. Kepalanya berat. Matanya berat berair. Tak bisa dia tahan, air mata mengucur membasahi pipinya.
Mbah memeluknya erat, “Iya Nduk, Mbah juga menangis bahagia tadi.”
Bab Populer