Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Jerat Pernikahan Tuan Arogan

Jerat Pernikahan Tuan Arogan

Aku tak begitu paham, hanya mengangguk sebagai tanda sopan. "Jang kasep ti kota? Aya kaperluan naon di dieu, Jang?" tanyanya menggunakan bahasa sunda yang kental. Aku mengerjap. Tidak paham. Untunglah bapak di sebelahnya bantu mengartikan ucapan bapak tadi. "Kamu ada perlu apa di sini?" tanyanya. Aku menelan gorengan terakhir di mulut sebelum mulai berucap.
103.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 118 kali sebagai bahasa sundanya nggak papa
Baca
+Pustaka
Rest Area

Rest Area

Jadi, aku masih belum yakin kalau Alfa ini cowok. Aku kira dia itu cewek, karena kalau berbalas pesan denganku, bahasanya itu sopan. Pake logat aku-kamu. Nggak pake lo-gue kayak anak-anak Jakarta yang gaul. Dia juga nggak pakai bahasa Sunda. Pernah sekali-dua kali dia menggunakan bahasa Sunda. Namun, nggak kasar seperti aku. Malah kupikir dia itu suka menelan kamus bahasa Sunda tiap hari. Abis tata bahasanya rapi banget. Dia tahu kalimat apa yang digunakan untuk orang tua, teman sebaya, dan kepada yang lebih muda darinya. Aku, sih, mana bisa. Bahasa Sunda itu kadang ribet bin ruwet. Makan aja bisa nyampe tiga bahasa. Untuk orang tua kita sebut makan itu tuang, untuk teman sebaya dahar, untuk
1011.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 304 kali sebagai bahasa sundanya nggak papa
Baca
+Pustaka
Suka Duka Ibu Tunggal

Suka Duka Ibu Tunggal

"Mungkin ... memang dari sananya begitu." Detik berikutnya, Orlando tiba-tiba menarik pinggangku, napas panasnya menyapu leherku. "Kamu sudah punya dua anak, kenapa masih bisa sekalem ini?" bisiknya dekat telingaku. "Gimana suamimu memperlakukanmu dulu? Ceritakan padaku." Astaga! Kenapa dia bisa bertanya seperti itu?! Meskipun aku tahu Orlando memang laki-laki mata keranjang, aku tetap saja tidak terbiasa menghadapi ini.
4.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 142 kali sebagai bahasa sundanya nggak papa
Baca
+Pustaka
Istri Galak Pak Dosen

Istri Galak Pak Dosen

“Papa tidak pernah salah memilih. Jadi kamu tidak perlu cemas.” Kali ini Nadila mulai merengek, berharap Sanjaya bersedia mendengarkannya, “Pa ..., Dira udah lumayan lama kenal Nathan. Nathan nggak sebaik yang Papa pikirkan ....” Dia mulai menghasut menggunakan wajah polos. “Penilaian Papa tidak pernah salah.” Senyuman Sanjaya semakin melengkung tenang dan tentu saja dipenuhi wibawa yang bersinar. Maka, usaha Nadila kali ini gagal total.
2.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 59 kali sebagai bahasa sundanya nggak papa
Baca
+Pustaka
Suamiku [tidak] Sempurna

Suamiku [tidak] Sempurna

seru Christ “Yah, kau benar, aku akan menganggap aku kali ini hanya tidak beruntung saja. Aku juga salah tidak memberitahu pada mereka lebih dulu bahwa ada satu manusia yang tidak takut dengan jenis makhluk seperti mereka. Ya … aku salah, lebih baik kita membahas masalah kita kali ini!” putus Matt dengan tatapan pasrahnya.
105.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 196 kali sebagai bahasa sundanya nggak papa
Baca
+Pustaka
KURELAKAN SUAMIKU UNTUK MANTANNYA

KURELAKAN SUAMIKU UNTUK MANTANNYA

ucapku. "Aduh, maaf, Sayang. Mama sama Papa, hari ini masih di Sulawesi, kunjungan kerja, tiga hari lagi, baru pulang," jawab Mama. "Oh, ya sudah, Ma, nggak apa-apa, semoga lancar," jawabku. "Tapi kamu tidak apa-apa, kan? Tidak ada masalah serius?" tanya Mama. "Enggak, Ma, Luna baik-baik saja. Mama jangan khawatir. Ya sudah, ya, Ma? Wassalamualaikum ...."
1028.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 970 kali sebagai bahasa sundanya nggak papa
Baca
+Pustaka
Diantar Ke Rumahku

Diantar Ke Rumahku

sahut Iparnya lagi dengan usil. “Apa’an sih?” Sondang berteriak malu, sambil mencubit pinggang Iparnya. Dia gemas sekali diganggu seperti itu. Yang dicubit malah tertawa makin keras. “Marga apa, Ndang?” tanya Abangnya lagi. “Nggak ada marganya. Bukan orang Batak,” Mama ikutan menjawab. “Hohh, begitu, ya? Mama setuju?” Mama mengangguk. “Yang penting sifatnya baiklah.”
107.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 227 kali sebagai bahasa sundanya nggak papa
Baca
+Pustaka
DITALAK LEWAT WA DINIKAHI DUDA KAYA

DITALAK LEWAT WA DINIKAHI DUDA KAYA

ujar Raka saat melangkah beriringan dengan mamanya menuju area parkir. "Kamu benar, Ka. Sepertinya papa berusaha menerima semuanya meski terlalu sakit dan kecewa. Tapi apa mau dikata. Semua sudah terjadi dan tak mungkin kembali. Jika memang Vonny bukan darah daging papa, kita juga kesulitan mencari tahu siapa papa kandungnya karena mamanya telah tiada," ucap Sundari lirih. Dia menatap lekat anak sulungnya lalu membuka pintu mobil dan memasukinya.
10337.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 13.2K kali sebagai bahasa sundanya nggak papa
Tampilkan Ulasan (23)
Baca
+Pustaka
Hamfa Merman
Kisah seorang wanita muda yang pergi ke ibu kota untuk meraih mimpi malah mendapati CEO luar biasa aneh yang tinggal tepat di sebelah kamar apartemen miliknya. Baca hanya di novel berjudul CEO MISTERIUS DI SEBELAH KAMAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada.
Zizizaq
Baca karya orang buat belajar, DNA ini karya yang keren! Baca juga karya Zizizaq. 1. Antara mencintai dan melupakan (tamat 2. Nikah Kontrak berbuah cinta (tamat 3. Wanita ketiga duda kaya (tamat 4. Siksaan dari tunangan kakakku
Baca Semua Ulasan
Pelanin Suaranya! Nanti Papa Bangun

Pelanin Suaranya! Nanti Papa Bangun

Adrian terpaku di tempatnya berdiri, seolah seluruh pasokan udara di dalam dadanya mendadak disedot habis. Tatapannya menatap kosong ke arah pria yang selama puluhan tahun ia panggil dengan sebutan Papa. "P-pungut? Papa... ngomong apa barusan? Anak pungut...?" Adrian melangkah maju, matanya mulai berkaca-kaca menatap Budi dengan pendar ketidakpercayaan yang membuncah. "Maksud Papa apa, Pa?! Aku anak Papa, kan?! Jawab, Pa! Jawab aku!"
109.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 359 kali sebagai bahasa sundanya nggak papa
Baca
+Pustaka
Cinta untuk Tabitha

Cinta untuk Tabitha

tanyanya, kelihatan sedikit marah. Pak Suryadi tertawa terkekeh. “Ya boleh saja! Memangnya kapan Papa pernah melarang kamu untuk datang? Apalagi kamu kan sudah janji tidak akan mengulang kejadian yang dulu lagi!” Helen tersenyum tipis. “Cukup, Pa! Aku nggak mau Papa membahas soal itu lagi! Papa juga ingat kan janji Papa?” “Iya, tentu! Papa masih ingat!”
104.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 132 kali sebagai bahasa sundanya nggak papa
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status