Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Tunangan Kontrak Sang CEO

Tunangan Kontrak Sang CEO

Pola frasa berulang, salah eja yang sama, dan jeda ketikan yang identik—tanda bot farm bekerja. “Bot masuk,” lapor Sinta melalui intercom. “Aktifkan slow mode 15 detik. Filter frasa ‘midnight dump perintah Arga’ dan ‘korupsi rasa’. Sematkan pertanyaan berbobot di puncak.” Moderator menyorot pertanyaan tentang indikator dampak—berapa liter air mengalir ke desa A, berapa pompa yang masuk fase perawatan. Algoritma platform mendorong komentar relevan ke atas, membuat spam tenggelam pelan.
1.2K viewsOngoingAdded to Library 44 Times as bapak bot
Read
+Library
Bukan Cinta Biasa

Bukan Cinta Biasa

ucap Bapa itu "Terus Anak bapa?" tanyaku lagi "Saya ga punya Anak Neng, saya cuma berdua dengan istri saya. Sekarang istri saya lagi nyari botol di jalanan" ucap Bapa itu. Oh Rabb, aku sungguh ingin menitikan air mata mendengar ucapannya. Aku termasuk orang yang beruntung ternyata.
104.3K viewsCompletedAdded to Library 163 Times as bapak bot
Read
+Library
7 TAHUN SETELAH MENJANDA

7 TAHUN SETELAH MENJANDA

"Pa, Kai mau ini, apa boleh?" Sebuah robot hitam yang ditafsir harganya satu juta sedang diperlihatkan Kai kepada papanya. Mereka sudah berada di salah satu toko mainan berkelas. Rata-rata produk yang dijual adalah import dari negara tembok raksasa tetapi kualitasnya grade A. "Boleh, ambil yang Kai suka. Karena Papa sudah janji akan membelinya untukmu."
9.6182.4K viewsCompletedAdded to Library 6.6K Times as bapak bot
Read
+Library
BUKAN SALAH IBU

BUKAN SALAH IBU

BUKAN SALAH IBU 28 "Mama!" Mama duduk terkulai di lantai dengan pecahan botol minuman yang berserakan di mana-mana. Kamar seperti habis terkena angin puting beliung. Kaca meja rias pecah, isinya yang merupakan botol-botol perawatan wajah dan tubuh, juga make up dari brand ternama, bergelimpangan tak berdaya di lantai
1014.3K viewsCompletedAdded to Library 414 Times as bapak bot
Read
+Library
Main Api dengan Sahabat Ibu

Main Api dengan Sahabat Ibu

Namaku Yoana Latif, seorang ibu rumah tangga yang menemani anaknya ke sekolah. Hari ini aku sengaja berdandan cantik untuk menjemput putraku, Vito, pulang karena sekolah libur, siapa sangka aku bertemu orang mesum! Di dalam bus yang penuh sesak, sebuah tangan diam-diam meraba bokongku. Aku ingin menghentikannya. Vito berdiri tidak jauh dariku, dikelilingi teman-teman sekolahnya.
3.1K viewsCompletedAdded to Library 77 Times as bapak bot
Read
+Library
KAMI YANG DISIA-SIAKAN BAPAK

KAMI YANG DISIA-SIAKAN BAPAK

Bapak sepertinya tiap datang selalu saja membawa masalah. “Oh boleh harga segitu, Paman? Ya sudah minta tolong di booking dulu. Saya segera bayar DP.” Kudengar Ibu bicara melalui telepon. Hari ini, aku baru pulang dari TPQ. Ibu tengah duduk di teras dan menelpon dengan serius. “Iya, Paman. Insya Allah. Besok pagi saya ke sana.” “Iya, nyari yang lebih kecil saja, biar uangnya masih sisa. Sepertinya ingin buka rumah makan.”
1094.0K viewsCompletedAdded to Library 2.9K Times as bapak bot
Read
+Library
WARISAN LUKA DARI BAPAK

WARISAN LUKA DARI BAPAK

timpal bapak. Keduanya kembali asik dengan ponsel masing-masing, sesekali Kemala mengintip. Takut bapaknya melihat berita di media sosial. Namun, sepertinya pria tua itu tengah asik berbalas pesan dengan seseorang.
2.2K viewsCompletedAdded to Library 64 Times as bapak bot
Read
+Library
Si Bibir Merah - The Red Lips

Si Bibir Merah - The Red Lips

jawab Lovy tenang. "Oh, ayahmu sudah meninggal? Maaf, aku tak tahu. Siapa nama ayahmu?" tanya Bob makin mendetail. "Richard Robinson." Mata Bob melotot seketika. "Ka-kau? Kau anak Tuan Richard Robinson? Salah satu pendiri perusahaan ini? Wow, pantas saja Tuan Wilver mengajakmu bergabung ke bisnis ini. Bisa jadi itu bentuk tanda jasanya," pekik Bob antusias.
101.9K viewsOngoingAdded to Library 60 Times as bapak bot
Read
+Library
Dijodohkan Dengan Ayah Tunggal

Dijodohkan Dengan Ayah Tunggal

Ia melangkah lebih dekat, lalu berjongkok di jarak aman tidak terlalu dekat, tidak terlalu jauh. “Itu robot baru?” tanyanya, berusaha membuka percakapan. “Iya,” jawab Nayel, matanya berbinar. “Opa Bastian yang beliin.” Arkan tersenyum tipis. “Kelihatannya keren.” Nayel ragu sejenak, lalu mengangguk kecil. Ia menggerakkan robot itu ke arah Arkan. “Bisa… jalan,” katanya pelan, seolah menawarkan untuk melihat lebih dekat.
10664 viewsOngoingAdded to Library 21 Times as bapak bot
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status