Obsesi, Cinta Dan Dendam
tanyanya dengan suara sensual.
Ana dapat mencium aroma mint dari nafas pria itu dan kini begitu dekat dan menyapu pipinya. Harum, tapi Ana merasa tidak nyaman.
"Lepaskan aku! Kita tidak seharusnya begini!" Ana berusaha mendorong dad4 bidang itu, akan tetapi sedikitpun dari tempatnya.
"Kenapa tidak bisa? Asal kamu tahu, aku adalah orang yang terlalu berambisi! Kalau aku mau kamu, tentu aku harus mendapatkannya. Lagipula, siapa yang akan menghentikan aku kali ini?" tanyanya.