Perjalanan Waktu Sang Penjelajah Takdir
tanyanya pelan, suaranya hampir hilang dalam bisikan angin.
"Kita tunggu saja," jawab Resi, matanya tertuju pada kabut yang mulai bergerak-gerak seperti hidup. "Dia akan datang jika dia merasa kita layak."
Tidak lama setelah itu, kabut di depan mereka mulai berputar-putar, membentuk pola spiral yang aneh. Dari dalam pusaran kabut itu, muncul sosok besar yang membuat semua orang mundur selangkah. Genderuwo berdiri di hadapan mereka, tubuhnya tinggi besar dengan kulit hitam legam yang bersinar redup dalam cahaya bulan. Matanya menyala merah, seolah api menyala di dalamnya. Di pundaknya terdapat rambut panjang yang acak-acakan, dan ia mengenakan pakaian compang-camping yang tampak seperti terbu
Hot Chapters