Calon Suamiku Dipenjara, Sahabatku Jadi Penggantinya
“Ya Tuhan, apa keputusanku ini sudah tepat? Kalau Ala jadi membenciku, bagaimana?”
Lelaki itu meraup wajahnya dengan kedua tangan, lalu menyugar rambutnya ke belakang. Terlihat jelas wajahnya yang bingung, juga bimbang atas keputusannya sendiri yang begitu instan tadi.
“Harusnya aku diskusi sama Papa dan Bunda dulu, ‘kan?”
“Ck! Tapi semuanya udah terlanjur. Kalaupun nanti Papa sama Bunda nggak setuju, nggak mungkin juga aku batalin semuanya—”