Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Ah! Mantap, Sayang

Ah! Mantap, Sayang

Matanya menatap intens wajah Hazel sebelum akhirnya berkata, “Kau ... sangat mirip dengan Adele.” Seketika, tubuh Hazel menegang di atas kursinya. Jantungnya berdegup dua kali lebih cepat. Ini dia. Pintu masuk yang ia tunggu-tunggu. Hazel ingin langsung menyambar ucapan itu dan mengorek informasi tentang mamanya—terutama tentang sosok bernama Lance. Namun, instingnya memperingatkan agar tidak terburu-buru. Ia takut Denzel akan curiga dan menuduhnya memiliki motif terselubung. Maka, Hazel memilih untuk menahan diri, mengunci mulutnya, dan mendengarkan dengan saksama.
106.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 161 kali sebagai bola mata hazel
Baca
+Pustaka
Mendadak Dinikahi Majikan

Mendadak Dinikahi Majikan

Mata Zey membeliak sekaligus umpatan keluar bebas dari bibirnya meski lirih, Hazel mendengarnya dan pria itu hanya tersenyum samar. "Baiklah calon istriku." Hazel menepuk bahu Zey, "Aku ada urusan di kantor. Masaklah sesuatu yang bisa kumakan saat pulang nanti. Ingat, utamakan keselamatanku, jika ada racun di dalamnya, awas saja." Mata Hazel mengedip sebelah kemudian berlalu. Zey tersenyum licik lalu berujar sengaja dikuatkan agar Hazel dengar, "Tidak mungkin saya lupa memasukkannya, Tuan. Bukankah stok racun masih banyak?"
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 79 kali sebagai bola mata hazel
Baca
+Pustaka
BET ON ME (INDONESIA)

BET ON ME (INDONESIA)

balas Esme sedikit terkejut "Aku hanya merasa mungkin ini waktunya kau mengenalku." ucap Aaric dengan ekspresi datarnya Tetapi walau muka dan wajah Aaric yang terlihat tidak memiliki ekspresi tersebut tetap saja dapat menebarkan sebuah pesona tersendiri ketika seorang wanita sedang menatapnya. Manik Mata Hazel terang nan berkilau bersinar terang di matanya, beserta rambut Chestnust Brown miliknya yang begitu berkilau dan sangat lembut ketika disentuh. Struktur wajahnya yang tajam tetapi memberikan kesan panas, sexy dalam sekali tatapan saja. Mungkin bisa dikatakan Aaric tidak jauh dengan Austin.
1016.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 349 kali sebagai bola mata hazel
Tampilkan Ulasan (37)
Baca
+Pustaka
Kez
Halo semuanya, sudah lama kisah cinta Esme dan Aaric selesai. Dan aku masih bersyukur dan senang banget sampai detik ini jumlah pembaca terus meningkat drastis. Terimakasih untuk dukungan kalian semua sampai sejauh ini untuk aku sebagai penulis baru di Goodnovel. Te amo ...️
Eva Vhee
omooo... ending yg sweet bangett gk nyangka benar2 beda dgn novel yg pernah ak baca, baca ini jadi ingat flm fifty shades of gray dan divergent ^o^ emang lebih suka dgn karakter wanita tangguh kaya Esme :*
Baca Semua Ulasan
Saat Aku Salah Membencimu

Saat Aku Salah Membencimu

Hazel terdiam, bola mata bayi itu berwarna cokelat terang kehijauan persis seperti matanya. “Hazel...” bisik Hazel sambil tertawa kecil di sela tangisnya. “Matanya sama kayak aku...” Ia mengangkat tangan pelan, mengusap kepala bayi itu dengan ujung jarinya. “Halo...” bisiknya lembut. “Kamu yang paling bikin Bunda penasaran ya? Dari dulu nggak pernah mau nunjukin kalau kamu ternyata laki-laki.” Bayi itu bergerak kecil, seolah mendengar suaranya.
760 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 15 kali sebagai bola mata hazel
Baca
+Pustaka
Mata Batin

Mata Batin

Kedua mata berwarna hazel menatap tajam Bara. Wajahnya mirip dengan mayat-mayat itu hanya saja ia lebih tampan dan berwibawa. Napasnya terengah-engah seperti telah melakukan sesuatu. Ia bangkit dan bersiap menyerang. "Siapa kamu?" tanyanya dengan menatap penuh kewaspadaan. Ia harus bisa mempertahankan diri agar tak mati seperti bangsanya. "Aku Bara. Aku ingin bertanya, aku ada di mana?" Suara Bara sopan dan penuh hormat. Di tempat asing selalu bersikap demikian agar tak membuat penghuni daerah itu tersingung.
1019.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 481 kali sebagai bola mata hazel
Baca
+Pustaka
Terjerat Hasrat Dunia Gelap

Terjerat Hasrat Dunia Gelap

"Aku tidak mengira bahwa kamu wanita seperti itu, Teresa." "Wanita seperti apa maksudmu? Aku hanya memuji, jangan salah paham. Saat kalian bertemu dengannya, pasti akan mengeluarkan reaksi yang sama. Apalagi mata ... warna hazel yang sangat tajam. Sungguh memikat." "Hazel?" gumam Chloe, tersenyum kecil. "Tunanganku juga memiliki mata berwarna Hazel."
103.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 136 kali sebagai bola mata hazel
Baca
+Pustaka
Twogether

Twogether

“Lihat mataku!” Pupil mata berwarna hazel milik Anna bertemu dengan sorot mata sipit milik Eden. “Hei! Mana Anna yang dulu. Anna yang berani dan bisa melakukan apa saja selama semua itu benar, huh? Kemana perginya Anna yang berani melawan ibu dan nenekku yang galak?”
102.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 84 kali sebagai bola mata hazel
Baca
+Pustaka
Air Mata Diandra

Air Mata Diandra

Percuma membantah pun yang ada Mama akan semakin kasar dan menyiksanya. "Iya Ma, Diandra segera turun kebawa." Diandra beranjak dari tempat tidur, padahal kepalanya masih terasa begitu berat. *** "Mamaaaa... sakit kepala dede," teriak Riana kecil menangis, dia terjatuh ke belakang dan kepalanya terbentur lantai, rupanya dia terpeleset menginjak lantai yang sedang di pel Diandra. Gegas Diandra menggendok Riana membelainya dan menciuminya, tangganya gemetar ketakutan. Takut akan kemarahan Mama mertuanya dan Kak Sita.
103.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 134 kali sebagai bola mata hazel
Baca
+Pustaka
Air Mata Rani

Air Mata Rani

Wanita yang merupakan ibu gadis kecil itu menghampiri mereka berdua dengan wajah khawatir. “Sayang ... Rupanya kamu di sini, mama cariin kamu kemana-mana!” ucap wanita cantik yang usianya sekitar 30-an. “Ayo, kita pulang! Mama sudah selesai belanja,” ajak wanita berhijab putih itu. Gadis kecil itu mengangguk. “Mita sedang lihat ikan, Ma,” jawab gadis lima tahun itu seraya menunjuk ikan yang berada di dalam akuarium.
105.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 155 kali sebagai bola mata hazel
Baca
+Pustaka
Wanita Bermata Hijau

Wanita Bermata Hijau

tanya Leo dengan menyodorkan kertas cek kosong di meja. "Aku seperti mengenalinya. Tapi, siapa?" batin pria berambut cokelat muda itu terdiam. Lalu bertanya, "bisa, siapa nama mereka?" "Zena Blitz dan Carlos." Leo melihat jelas wajah terkejut dari Haden setelah mendengar nama wanita itu. "Yah, benar. Kamu orangnya Haden Lodern!" gumam Leo yang terus menatap tajam Haden yang masih syok.
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai bola mata hazel
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status