Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Purba Mahkota

Purba Mahkota

lirih berlanjut, lengkap dengan lepasnya otot-otot pada tangan untuk mencengkeram juga menggaruk pipi pengkhianat tersebut. “Tetapi dengan entengnya, ….” Di masa-masa berikutnya, sehabis melepaskan cengkeraman lengan terlebih dahulu, secara lekas … satu tangan Pelita bergerak dengan cepat tuk menarik kerah dan memanfaatkan tangannya yang satu lagi untuk melayangkan tinju. “… Kalian berusaha mencuri semuanya dariku.” BHUGH! “Kalian meremehkanku.”
104.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 149 kali sebagai buah pelir
Baca
+Pustaka
Sisi Lain Pelakor

Sisi Lain Pelakor

Apa benar Yasmin wanita simpanan? Rasa penasaran membuatku mengambil benda pipih yang ada di dalam saku. Tangan ini mulai menari di atas layar. Ku cari video viral hari ini. Segera ku tekan video dengan judul PELAKOR DI LEMPAR VAS BUNGA HINGGA PINGSAN.
108.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 219 kali sebagai buah pelir
Baca
+Pustaka
Bayangan Sang Panglima

Bayangan Sang Panglima

“Keluar! Sekarang!” “A-aku takut terjadi sesuatu padamu…” suaranya pecah, lirih, nyaris tak terdengar di atas derit angin. Mata penyusup itu menyipit di balik topeng. “Ah… sang istri. Aku dengar kau sangat berharga baginya.” Dia melemparkan belati kecil, kilat perak melesat ke dada Elira. “ELIRA!!!”
520 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 17 kali sebagai buah pelir
Baca
+Pustaka
PELUKAN BERDARAH

PELUKAN BERDARAH

Tanpa mereka sadari, di pojok ruangan, lampu indikator kecil dari CCTV menyala merah, merekam setiap kejadian yang berlangsung. Tama menahan tawanya, lalu akhirnya meledak — tertawa terbahak-bahak. “Pelakor sepertimu… wajib dihabisi!” bisiknya pelan, namun penuh tekanan di setiap kata. Mata Nayla membulat, wajahnya pucat pasi. Ia menggeleng keras, mencoba meyakinkan. “Tidak… tidak! Sepertinya kamu salah paham! Aku bukan siapa-siapa seperti yang kamu pikirkan!”
101.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 51 kali sebagai buah pelir
Baca
+Pustaka
23.14

23.14

Kata Piel, Drama. "Dasar, jomblo kok dipelihara." Canda mereka semua. "Oh iya, lupa, belom gue kenalin, dia-- Lah Anjir, kemana tuh bocah?" Piel menengok ke kanan-kiri, mencari keberadaan Langit yang sedang bermain dengan Ana. "Langit, sini dulu," katanya dengan nada lembut, membuat Langit mengangguk dan berjalan menghampirinya.
106.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 187 kali sebagai buah pelir
Baca
+Pustaka
Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam

Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam

"Pengkhianat .... Senjatanya bermasalah ...." Si pirang keluar dari kerumunan, berjongkok, memungut selongsong peluru, lalu menjentikkannya ringan. "Senjatanya nggak bermasalah. Tapi semuanya peluru kosong." "Pfft!" Amarah Talib meledak. Dia memuntahkan seteguk darah. "Kamu ... pengkhianat .... Kamu akan mati tragis ...."
9.8513.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 10.3K kali sebagai buah pelir
Baca
+Pustaka
Leah dan Rahasia Sihir

Leah dan Rahasia Sihir

Ia telah menceritakan semuanya kepada Eldof saat dirinya dalam perawatan medis. "Akan aku sampaikan nanti." Mereka sempat terdiam sejenak, memastikan Pegi yang ternyata masih terpejam. "Hei, tadi kau bilang kalau Pegi melihat orang lain di jurang tersebut?" ucap Eiridis. "Pegi melihat ada orang lain selain Blair dan Leah di sana. Seorang pria yang bersembunyi di balik tanaman bersihir dan tumpukan bebatuan yang menutupinya."
1.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 26 kali sebagai buah pelir
Baca
+Pustaka
Kala Cinta Menyapa

Kala Cinta Menyapa

Ada apa ini? Dalam paniknya, Ell berusaha berpikir cepat. Trenggiling tak akan tertembus panah itu. Dan trenggiling tidak perlu dibunuh. Dia binatang menyeramkan. Bukan menakutkan atau membahayakan. Ells berusaha tetap diam sepanjang dia melihat penculiknya menyiapkan panah. “Diam…” Airlangga sudah bersiaga menarik tali busur. Wajahnya tegang.
1010.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 348 kali sebagai buah pelir
Baca
+Pustaka
Panglima Kalamantra

Panglima Kalamantra

jerit Minako kesal. "Elang!" panggil Rion. Seekor elang raksasa mencuat dari bilah celurit kanannya dan terbang dengan cakar menyasar kepala Minako. Gadis itu berguling dan menembakkan pelurunya pada elang itu. Sang elang berubah menjadi asap hitam dan peluru menembus udara kosong. Rion menangkap lagi elang ke dalam celuitnya dengan gerakan berputar di udara sebelum mendarat tak jauh dari Minako.
105.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 110 kali sebagai buah pelir
Baca
+Pustaka
CAP PELAKOR

CAP PELAKOR

tambah Irham lagi. Akhirnya cap pelakor yang disandang oleh Melisa telah menghilang, kini Melisa telah menjadi pahlawan untuk keluarga Irham. Nama Melisa selalu dikenang karena jasanya yang telah memberikan kebahagiaan untuk keluarga Irham. *** "Tante ... Tante?" panggil Alisa menggoyang lengan Naya. Naya tersentak mendengar panggilan dari Alisa, dia segera tersadar dari lamunannya, "Ada apa, Al?"
4.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 144 kali sebagai buah pelir
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status