Frekuensi Terlarang
Sebuah peluru fisik murni menembus bahu inang itu, membuatnya terpental ke samping.
Lilia membuka matanya dan melihat sesosok pria lain berdiri di pintu laboratorium, memegang senapan berburu tua yang masih mengeluarkan asap. Pria itu tampak sangat tua, tubuhnya bungkuk, namun matanya yang abu-abu tampak sangat tajam dan penuh dengan api yang Lilia kenal.
"Kau... kau terlambat untuk pesta ini, bukan?" suara pria tua itu serak dan bergetar, namun memiliki nada wit yang sangat familiar.
Hot Chapters