Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Bukan Pemuas Nafsu

Bukan Pemuas Nafsu

[Titip kamu hati-hati dijalan, jangan ngebut, kalau ngebut terus kecelakaan aku jadi repot, gak ada yang bisa bantuin nyelesain urusan aku] balas ku dengan emot tertawa sambil nangis. [Yaelah, Tin! Sadis amat! Eh, beneran nih gak mau dibeliin rujak atau apa gitu buat orang ngidam?] [Gak usah Re! Aku lagi gak ngidam, cepet sini ya!] balasku, lalu menaruh ponsel di atas meja.
1058.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.8K kali sebagai bukan sekedar kata
Baca
+Pustaka
Bicara

Bicara

Bian udah pulang? "Bian, kan, emang sepu-sepu, Sell," sahut Tama. "Sepu-sepu?" Misell kebingungan mendengar istilah baru yang terlihat aneh itu. "Sekolah pulang-sekolah pulang, hahaha." Tawa Tama tiba-tiba terhenti karena Misell dan Arya hanya menatapnya heran, bahkan hingga membuka mulutnya. "Nggak lucu, ya?"
7.6K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 211 kali sebagai bukan sekedar kata
Baca
+Pustaka
Bukan Suami Sempurna

Bukan Suami Sempurna

jawab Cherry. "Memang dunia kita berbeda," tukas Bara. "Saat ini dunia kita sudah menyatu, Kak. Tidak ada lagi jarak, tidak ada lagi rasa asing diantara kita. Aku dan kamu sekarang itu satu. Jadi jangan mengatakan kalau dunia kita itu berbeda," tegas Cherry. Bara tersenyum sekali lagi. "Semoga kamu benar-benar mengerti dengan duniaku, dunia yang mungkin akan membosankan dan sedikit memuakkan untukmu."
104.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 152 kali sebagai bukan sekedar kata
Baca
+Pustaka
IBUKU BUKAN BABUMU

IBUKU BUKAN BABUMU

IBUKU BUKAN BABUMU 9 "Mau kemana, Nduk?" Tanya ibu khawatir. Aku mengusap air mata dengan punggung tangan. "Dinara mau ngekost, Bu. Bukan karena Dinara mau ngelawan sama Ibu, atau karena ngiri Ibu lebih sayang sama cucu dan menantu Ibu. Bukan! Tapi, Nara rasa, Nara butuh tempat untuk menyendiri. Nara ... Nara tak tega melihat Ibu kecapekan. Melihat ibu repot dengan pekerjaan yang tak ada habisnya. Tapi, Nara tak berdaya. Nara tak seperti mbak Ulya yang punya uang banyak untuk membayar jasa orang lain. Atau memberi upah pada mertuanya sendiri. Maafkan Nara, Bu. Kalau ibu menerima upah untuk membayar uang kuliah Nara, Nara tak bisa terima," sakit sekali dada ini saat berkata seperti itu.
1029.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 932 kali sebagai bukan sekedar kata
Baca
+Pustaka
Bukan Sekadar Suami Bayaran

Bukan Sekadar Suami Bayaran

Namun, ternyata kartu ajaibnya justru tidak berfungsi lagi. "Bu, bagaimana ini?" tanya Ariella. "Kenapa bisa dibekukan sih? Kevin kok gak ngabarin apa-apa?" Retta balik bertanya. "Mana aku tahu, sekarang kita harus gimana? Kan malu kalau tidak jadi beli," ucap Ariella yang masih panik. Retta terdiam, dia tampak memikirkan sesuatu. "Mama tahu."
101.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 56 kali sebagai bukan sekedar kata
Baca
+Pustaka
Bukan Sekadar Kakak Tiri

Bukan Sekadar Kakak Tiri

tanyanya perlahan. Wanita itu tersenyum kecil, lalu mengangguk. “Benar. Jangan pakai kekerasan. Jangan bikin keributan. Aku nggak suka yang vulgar. Kita bukan kriminal. Kita cuma… mengatur ulang narasi.” Cipto menatap wanita itu dengan takjub. “Tapi Bu, saya masih bingung… ini siapa sebenarnya?” "Kamu tak perlu tahu, Cipto" jawabnya lembut sambil menyerahkan amplop tebal berisi uang.
889 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 17 kali sebagai bukan sekedar kata
Baca
+Pustaka
Bukan Bunga Bakung

Bukan Bunga Bakung

jelas Retno sambil sekaligus bertanya pada temannya yang juga belum terlampau lama dikenalnya itu. “Oh, ngaten…”, Ranu mencoba menjelaskan dengan membangun kesan tidak sedang bercanda lagi. “Memang betul Kepala bahasa Jawanya Endas. Tapi itu tidak elok, saru kalau untuk manusia sehingga biasanya diganti dengan sebutan Sirah, atau Mustaka yang artinya juga kepala. Tapi kok rasanya tua banget. Lagi pula ini bukan Pati, Solo atau Jogja….jadi ya mungkin lebih enak dengan Endahe biar tampak misterius….”terang Ranu yang tetap tampak sembarangan tapi keterangannya itu dianggap cukup luar biasa, setidaknya buat Diandra begitu pula bagi Retno.
965 DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19 kali sebagai bukan sekedar kata
Baca
+Pustaka
Bukan Aku

Bukan Aku

Abidah terlihat kesal. “Jangan menyerah dalam membuat sesuatu selama itu bersifat baik. Kalau memang kata dia tidak manis, maka kamu harus membuat lagi dengan menambahkan lebih banyak gula pasir.” Arini menepuk-nepuk Pundak Abidah pelan. Abidah membalasnya dengan senyuman.
1012.7K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 420 kali sebagai bukan sekedar kata
Baca
+Pustaka
Bukan Sekedar Pengganti

Bukan Sekedar Pengganti

gumam Same, lalu memasukkan makanan ke dalam mulutnya. Same memang memiliki mulut yang sedikit los dol. Terkadang omongannya suka asal, namun sebenarnya benar. Same suka bicara ceplas-ceplos. "Apa kemesraan harus ditunjukkan di depan umum?" tanya Ashera akhirnya angkat bicara dan mulai nimbrung.
1018.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 624 kali sebagai bukan sekedar kata
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status