Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
My Adorable CEO

My Adorable CEO

Ben meraih kunci mobilnya. "Maaf tuan muda, kita akan memakai mobil kantor," saran Pak Adrima. "Tidak masalah, yang penting kita bisa sampai di cafe itu sebelum jam 9." Cozy Caffe, "Selamat datang di Cozy Caffe, ada yang bisa saya bantu?" tanya pelayan cafe. "Reservasi atas nama Tuan Timothy Kehl," jawab Pak Adrima. "Tuan Timothy sudah menunggu, mari saya antar ke mejanya." Pelayan itu mengantarkan Benjamin dan Pak Adrima ke meja nomor lima, dimana Tuan Timothy sudah menunggu di sana.
9.814.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 554 kali sebagai cafe coffee time
Baca
+Pustaka
ANNORA

ANNORA

ucap Devan. "Eh, bentar. Kalian ngomongin cafe apa tadi?" tanya Gema. "Garden Coffee, " jawab mereka. Gema yang tersadar sesuatu pun menatap tajam mereka semua. "Enak aja aneh. Itu cafe punya gue woi, " ucapnya tak santai. Reaksi mereka biasa - biasa saja mendengar pengakuan dari Gema. "Pantesan aja aneh. "
104.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 148 kali sebagai cafe coffee time
Baca
+Pustaka
Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia

Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia

Anehnya, ingatan itu membuatnya sedikit berkaca-kaca. Tari dan Indri memasuki kafe, disambut aroma manis roti panggang dan wangi kopi yang menguar hangat. Mereka memilih tempat di area non-smoking, meja kecil dekat jendela yang memandang ke jalan seberang. Cahaya hangat lampu kafe menambah rasa nyaman. Seorang barista mendekat, menanyakan pesanan mereka. “Aku pesan sepotong croissant almond dan kopi latte panas, ya,” kata Tari sambil tersenyum tipis, tangannya tetap sesekali menyibak rambut yang jatuh di pipi.
1011.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 431 kali sebagai cafe coffee time
Baca
+Pustaka
My Mafia

My Mafia

Dan uang tabungannya itu jelas tidak sedikit. Hei, Caesaria tidak akan menjadi orang miskin di negara ini. *** One Fifteenth coffee. Itu adalah nama cafe yang Caesar tujui. Tempatnya sangat cocok untuk duduk sejenak sambil minum segelas kopi panas. Caesar masuk ke dalam cafe lalu duduk di meja yang berada di pojok. Setelah itu, datang seorang pelayan membawa buku dan pena untuk mencatat pesanan. Caesar membaca semua menu dalam buku lalu mengatakan pesanannya, "Hot Cappucino dan scrambled eggs. "
104.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 123 kali sebagai cafe coffee time
Baca
+Pustaka
Rahasia Panas Cinta Terlarang

Rahasia Panas Cinta Terlarang

Nathan menarik gas perlahan, lalu berkata, "Nggak papa, biar orang tahu aku punya cewek paling pengertian sedunia." Reva hanya bisa geleng-geleng kepala, tapi hatinya berdebar. Meski sederhana, Nathan selalu tahu caranya membuat dirinya merasa berharga. Beberapa menit kemudian, mereka sampai di sebuah kafe kecil di sudut kota, dengan lampu gantung bergaya vintage yang menggantung manis di terasnya. Nama kafe itu bertuliskan "Caffeine Tania" dengan huruf neon yang menyala hangat.
2.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 93 kali sebagai cafe coffee time
Baca
+Pustaka
Demi Kuliah Aku Rela Jadi Istri Simpanan

Demi Kuliah Aku Rela Jadi Istri Simpanan

Mereka kembali berjalan, dan akhirnya keluar dari taman untuk menuju kafe kecil yang Rafael sebut-sebut sejak kemarin. Kafe itu terletak di gang kecil, tidak besar, tapi interiornya hangat: lampu kuning redup, aroma kayu, dan rak penuh buku bekas di dinding. Barista menunduk ramah saat mereka masuk. “Ini tempat favorit aku,” kata Rafael sambil memilih meja di pojok. “Kecil, tapi enak buat duduk lama.” Nayla memandangi interiornya. “Kamu sering ke sini?”
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 76 kali sebagai cafe coffee time
Baca
+Pustaka
Pacar Rahasia Bos Muda

Pacar Rahasia Bos Muda

Waktu baru menunjukkan pukul 7 pagi, tapi hujan sudah membasahi jalan, dan mengetuk pelan dinding kaca kafe ini, membuat pagi itu terasa lebih dingin dari pagi-pagi sebelumnya. Jonathan sedang duduk di dalam kafe yang terletak tepat di depan toko buku Lentera, menyesap secangkir cairan hitam yang asap tipsnya masih melayang ringan di udara, sambil menyantap roti panggang dengan isi daging dan dua telur.
503 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 17 kali sebagai cafe coffee time
Baca
+Pustaka
Demi Pernikahan yang Bahagia

Demi Pernikahan yang Bahagia

“Masih ada waktu sebelum kelas.” Tak lama kemudian, pesanan Rionegro datang. Kopi hitam dan sarapan yang tidak berlebihan. Mereka mulai makan, dan percakapan pun terhenti sejenak. Suasana kafe tetap tenang, hanya diisi suara alat makan yang beradu pelan, pintu yang sesekali terbuka, dan percakapan rendah dari meja-meja lain.
10490 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 10 kali sebagai cafe coffee time
Baca
+Pustaka
Rahasia Gelap Kekasihku

Rahasia Gelap Kekasihku

saran Tania dengan antusias. Mereka terus membicarakan tentang rencana pengembangan kedai kopi menjadi cafe masa kini sambil menuju ke kedai kopi yang sudah ramai pengunjung. Karyawan shift pagi memang sudah membuka kedai itu sejak jam 6 pagi tadi. Banyak orang yang kesana setelah berolahraga atau sekedar bersantai sambil menikmati berbagai varian kopi. Di sisi lain, Claire membantu ibu mertuanya mencuci piring.
103.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 114 kali sebagai cafe coffee time
Baca
+Pustaka
I Coffee You

I Coffee You

“Bosen kopi mulu, memang nggak ada minuman lain? Kita bisa ke cafe lain jangan disitu terus.” “XCofee itu enak, disana juga nggak hanya kopi. Kamu juga suka sama minuman dia yang lain belum lagi makanannya.” “Please deh, Ratna. Memang kamu nggak bosan?” “Nggak.” Perdebatan yang akan selalu terjadi setiap kali memutuskan akan menghabiskan waktu dimana, Ratna pastinya akan mengajak ke XCoffee yang sudah sering mereka datangi dan tidak bisa dihitung dengan jari.
101.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 38 kali sebagai cafe coffee time
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status