Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Bertahan Dalam Asa Hampa

Bertahan Dalam Asa Hampa

sapa Neni, salah satu barista N'3 cafe. Pulang kerja, Nissa memang menyempatkan diri datang ke cafe, tempat usaha sampingan yang ia jalani bersama Naira dan Navisha, sahabatnya yang lain. Cafe ini didirikan saat masa kuliah semester akhir. Kala itu Nissa dan Naira iba melihat Navisha yang kesulitan mencari pekerjaan karena statusnya yang tidak jelas. Padahal kebutuhan semakin mendesak. Akhirnya dengan dibantu Raid untuk perencanaan dan modal awalnya. Nissa, Naira, dan Navisha pun berhasil mendirikan cafe ini. Itulah kenapa nama cafe tersebut N'3. Mengambil huruf pertama dari nama ketiga owners-nya.
1017.4K viewsCompletedAdded to Library 417 Times as cafe nostalgia
Read
+Library
Hamil anak siapa?

Hamil anak siapa?

Tak lupa ia memoles wajah dengan mekap sederhana dan tidak mencolok dengan liptint warna pastel. Caffè a Lago, atau kafe tepi danau menjadi pilihan Nadia. Bukan danau beneran, entah mengapa dinamai itu. Berada di pusat kota, di distrik ramai pelancong juga warga lokal, membuat suasana sama sekali tidak sepi. Nadia duduk di luar, di bawah pepohonan rindang seorang diri. Pesanan coklat hangat dan roti isi ayam dengan saus jamur diantar pelayan.
1016.0K viewsCompletedAdded to Library 479 Times as cafe nostalgia
Read
+Library
Harem milik Suamiku

Harem milik Suamiku

Sebuah kafe dengan dekorasi retro yang cukup ramai dikunjungi terutama saat akhir pekan. Kemudian Marigold menghentikan motornya di depan kafe itu, lalu memarkirkannya. Tiba-tiba saja, Marigold dilanda keinginan untuk menyesap sesuatu yang manis dan hangat. Di dorongnya pintu kafe itu dan mendapati suasana yang membuatnya kembali bernostalgia pada kencan pertamanya di kafe ini, dengan laki-laki yang telah menolongnya di perempatan lampu merah. Laki-laki tampan itu bernama Nolan. "Selamat datang. Mau pesan apa?" tanya kasir kafe yang membuat pikiran Marigold kembali ke saat ini.
1013.4K viewsCompletedAdded to Library 335 Times as cafe nostalgia
Read
+Library
Halte Cafe

Halte Cafe

Hingga membuat seorang pria mendongakkan kepala ke arah pintu masuk. "Selamat siang. Selamat datang di Halte Cafe," sambut Yuya sang Owner cafe. Mata pria itu sedikit menyipit tatkala melihat warna kelabu berpendar keluar dari tubuh Elea. Wanita dengan rambut diikat ke atas itu pun melangkah semakin jauh ke dalam cafe. Manik matanya berpendar ke seluruh ruangan. Dilihatnya, bahwa dindingnya berlapis batu bata cokelat. Tidak ada lampu yang digantung pada langit-langit. Melainkan sebuah tiang lampu minyak seperti London di zaman Jack The Ripper yang menyebar ke segala tempat.
2.5K viewsOngoingAdded to Library 81 Times as cafe nostalgia
Read
+Library
Pembalasan Dendam Sang Duda Kaya

Pembalasan Dendam Sang Duda Kaya

“Astaga. Bagaimana bisa kafe yang hanya menjual minuman penuh pemanis buatan seperti ini terus beroperasi?” Sambil terus mengeluh, Ben melihat dekorasi dari kafe yang mereka masuki. Warna jingga dan cokelat menghiasi dinding, lengkap dengan gambar aneka menu minuman serta makanan penutup. Figur kelinci yang tampaknya merupakan maskot kafe ini berdiri tegap di dekat meja kasir. Tubuhnya dibalut apron layaknya seorang pelayan. Semua bagian itu membuat kafe ini terasa sangat feminin dan sedikit kekanak-kanakan.
103.5K viewsCompletedAdded to Library 94 Times as cafe nostalgia
Read
+Library
SEAN

SEAN

*** Di sebuah cafe yang sangat populer di Manhattan, yang bernama Fidelidade no Amor, yang menjual pasta yang sangat lezat dengan cita rasa yang unik, yang mana sangat memanjakan lidah sang penikmatnya, yang tak lain adalah cafe dan resto milik Naraya. Seorang gadis cantik berambut panjang, dengan iris mata hijau, yang bernama Greysie Natalie, seorang Chef part time di cafe Fidelidade no amor. Karena Grey masih kuliah, Grey Cuma bekerja part time di cafe milik Naraya. Naraya sangat mengenal Greysie, karena Greysie bekerja di cafe milik Naraya mulai dia masih bersekolah di tingkat atas. Karena untuk membiayai hidupnya yang seorang diri, Greysie bekerja paruh waktu setelah sekolah. “Grey, past
9.315.3K viewsOngoingAdded to Library 336 Times as cafe nostalgia
Read
+Library
Sweet Coffee

Sweet Coffee

ucapku lalu mengembalikan buku menu pada pelayan. Pelayan tersebut mencatat pesananku sembari menerimanya kembali buku dariku, “pesanan Anda akan segera siap, Nona.” Pelayan tersebut melangkah menjauh dariku menuju ke dapur. Aku pun hanya perlu duduk santai menikmati suasana di sekitarku sembari menunggu pesananku siap. Pukul 10 pagi memang waktu yang pas untuk menikmati kafe ini, tidak ramai dan juga tidak sepi. Ada yang mengatakan jika pemilik kafe ini tidak pernah mengunjungi kafenya sendiri, bahkan hanya ada beberapa karyawan yang tahu mengenai pemilik kafe. Sisanya mereka hanya mendengarnya dari rumor.
2.9K viewsOngoingAdded to Library 101 Times as cafe nostalgia
Read
+Library
Dikhianati Suami, Dipinang Kakak Ipar

Dikhianati Suami, Dipinang Kakak Ipar

"Ini cafe, bukan tempat hiburan malam, Om. Kalau Om mau alkohol. Silahkan pergi ke tempat lain." Tanpa ragu, Salsa mengusir Reno dari sana, karena tempat ini tidak cocok untuk pria itu. "Jangan galak-galak sama saya. Saya lagi galau." "Bodoh amat," decak Salsa kesal. "Saya mau coffee dalgona yang hangat." Salsa langsung mencatat pesanan Reno, ia meminta Reno menunggu pesanannya terlebih dahulu. Beberapa menit kemudian, Salsa datang mengantarkan coffee pesanan Reno.
1050.8K viewsCompletedAdded to Library 1.8K Times as cafe nostalgia
Show Reviews (20)
Read
+Library
Danira
Rekomen banget buat yang mau baca. Sedikit cacatan, jangan terkecoh sama karakter Alina yang lemah di awal-awal cerita, tapo kesananya strong kok, lihat bab 30 han, Alina mulai berkembang karakternya. Dan yang paling aku suka, si pelakor sama si burung beo si tukang bohong, kena karma
Cleo Voltra
Kak, buat Alina sama Abimana bareng ya pliss. Alina keliatan cocok sama Abimana dibanding Reno ╥﹏╥ Lily juga ngeselin ih, kayaknya anak yang dikandung Lily juga bukan anak Reno. Ayo kak update bab banyak-banyak. Aku penasaran sama kelanjutannya (≧∇≦)
Read All Reviews
FATED

FATED

[Im Aerum’s POV] Aku masuk ke dalam sebuah kafe bernuansakan vintage. Mencium aroma yang tajam yang berasal dari kopi itu sendiri. Kalau dilihat-lihat lagi kafe ini memiliki kesan mewah pada furniturnya. Aku membayangkan betapa mahalnya minuman dan makanan yang dijual di kafe ini. Tiba-tiba aku teringat bahwa aku tidak membawa uang lebih, hanya ada sisa 30.000 won. Itu pun ongkos untuk naik taksi, aku juga tidak akan menghabiskan uang sakuku hanya untuk minuman mahal di sini.
104.3K viewsCompletedAdded to Library 125 Times as cafe nostalgia
Read
+Library
Jarak Rindu

Jarak Rindu

*** Café itu tidak terlalu jauh dari kantor—cukup dekat untuk ditempuh dengan berjalan kaki, cukup jauh untuk merasa seperti keluar sebentar dari udara pabrik yang dingin dan kaku. Dindingnya bata ekspos, lampu-lampu temaram menggantung rendah, dan musik pelan mengisi ruang tanpa mengganggu. Naya duduk di ujung meja panjang dekat jendela, memandangi lalu lintas sore yang pelan. “Pesan apa?” tanya Keira, membuka menu. “Earl Grey aja,” jawab Naya. “Sama… apa pun yang nggak terlalu manis.”
662 viewsOngoingAdded to Library 20 Times as cafe nostalgia
Read
+Library
PREV
1
...
456789
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status