Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Legenda Dewa Cahaya

Legenda Dewa Cahaya

geram Bara yang merasa cukup bingung dengan kemampuan Raja Pati yang terbilang aneh dan misterius. Tiba-tiba Raja Pati meniup kearah Bara bersamaan dengan tiga tubuh lainnya. Dengan cepat Bara segera mengubah wujudnya menjadi sosok Dewa Cahaya yang memancarkan sinar terang benderang. Raja Pati terkejut namun tetap melancarkan serangan berupa tiupan dari mulutnya.
1076.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.6K kali sebagai cahaya patronus
Baca
+Pustaka
Perpustakaan Tengah Malam

Perpustakaan Tengah Malam

Pak Arman membuka buku kuno yang telah mereka temukan dan membaca bagian yang menjelaskan tentang permata itu. "Permata Cahaya ini memiliki kemampuan untuk memurnikan kegelapan dan memberikan kekuatan perlindungan yang luar biasa," kata Pak Arman. "Namun, untuk mengaktifkannya, kita harus menyelaraskan permata ini dengan sumber cahaya murni yang ada di Astralium." Seraphina memandang Pak Arman dengan penasaran. "Apa maksudnya sumber cahaya murni?"
101.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 64 kali sebagai cahaya patronus
Baca
+Pustaka
CAHAYA (Patung Kuda Di Rumah Mertua 2)

CAHAYA (Patung Kuda Di Rumah Mertua 2)

kata Bapak itu, wajahnya terlihat sangat marah. Tiba-tiba muncul cahaya yang sangat menyilaukan membuat aku reflek menutup mataku. Karena sinarnya membuat sakit retina mataku. Aku merasa mataku tidak silau lagi, kucoba buka mataku perlahan. Ini kan di halaman sekolahku. Kulihat Bapak itu sedang berada di halaman sekolah. Memperhatikan jalanan di sekitar sekolah, lalu memandang ke segala arah. Apa yang dicarinya?
4.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 140 kali sebagai cahaya patronus
Baca
+Pustaka
Cahaya Biru

Cahaya Biru

Baru hendak melegakan pikiran, terdengar suara nyaring yang mengejutkan. "Priiiitt! Berhenti, Cahaya, berhenti!" seru Pak Baru, guru BK, dari kejauhan. Aku berpura-pura tuli, berharap bisa lolos dari perhatian beliau, sembari merasa jantungku semakin tidak karuan. Berbagai skenario hukuman sudah melintas di benakku, membuatku semakin cemas dan geram pada hari sial ini.
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 26 kali sebagai cahaya patronus
Baca
+Pustaka
Cahaya yang Tertunda

Cahaya yang Tertunda

Tepat di saat genting, seorang pria dengan topeng hitam keemasan mendorongnya menjauh. Lampu itu akhirnya menimpa bahu kiri pria itu dan kristal-kristal itu pecah berserakan di lantai. Pria itu kesakitan hingga lututnya menempel di lantai, lalu dibawa oleh penyelenggara ke ruang istirahat untuk merawat lukanya. Winda saat itu masih syok dan ingin berterima kasih padanya, tetapi dia tidak bisa masuk ke ruang istirahat, jadi dia hanya menunggu di luar.
27.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 675 kali sebagai cahaya patronus
Baca
+Pustaka
Cahaya Lilin

Cahaya Lilin

Yazid pun hanya mengangguk lesu. "Silakan Pak Yazid dan dedenya makan dulu, kemudian istirahat, saya pamit dulu," ucap perawat itu sambil menunjuk kepada seorang laki-laki berbaju putih yang membawa nampan berisi tiga piring makanan dan segelas susu. "Minumnya silakan ambil saja di situ ya, Pak," lanjutnya sambil menunjuk ke arah tumpukan kardus air mineral. Yazid pun hanya mengangguk, matanya masih saja terpaku pada tubuh istrinya yang tengah terbaring di atas brangkar di sudut ruangan itu.
2.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 62 kali sebagai cahaya patronus
Baca
+Pustaka
My Dearest Cahaya

My Dearest Cahaya

Lalu memutar tubuh dengan cepat menghadap pria itu. "Kak! Bangun! Kamu harus balik sekarang!” sang gadis menepuk pipi pria itu, sedikit keras agar terbangun. “Kak!" Pria yang masih berbalut jas lengkap tanpa dasi itu hanya menggumam. Menarik tubuh sang gadis lebih dekat lagi kepadanya. “Morning Cahaya.” Sapanya masih dengan satu kelopak mata yang terbuka malas. Ditambah sebuah senyum tipis, yang selalu mampu membuat hati gadis manapun akan betah berlama-lama memandangnya.
10145.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.4K kali sebagai cahaya patronus
Tampilkan Ulasan (46)
Baca
+Pustaka
susanana1305
mbak Thor aku baru nimbrung pagi ini di novel ini.lumayan bingung sih, Krn katanya cuma samaan nama dan tokoh.tapi kok keseluruhan tokoh yg ada di MAL. kalau boleh tau ini kelanjutan cerita apa mbak Thor? di sebelah yg mana mbk Thor ......... novelmu 3 ku ikutin semua lho ...
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Baca Semua Ulasan
Cahaya di Ujung Jalan

Cahaya di Ujung Jalan

**Bab 1: Malam Pengkhianatan** Suasana pesta malam itu gemerlap. Cahaya dari lampu-lampu kristal mewarnai ruangan dengan kilauan emas, sementara suara tawa dan musik bercampur menjadi latar belakang yang riuh. Sarah berdiri di tepi ruangan, memegang gelas sampanye dengan senyum yang dipaksakan. Matanya terus mencari Adam, kekasihnya yang entah berada di mana. Sesuatu dalam hatinya terasa salah, sebuah firasat buruk yang tak bisa ia jelaskan.
1.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36 kali sebagai cahaya patronus
Baca
+Pustaka
Pembalasan Penyihir Agung

Pembalasan Penyihir Agung

“Kau! Bagaimana kau bisa-” Kalimatnya terputus saat melihat dua penjaga yang terkapar di lantai, tak sadarkan diri. Wajahnya berubah pucat ketika menyadari bahwa Zephyr bukanlah manusia biasa. Di saat itu, Zephyr telah selesai menciptakan lingkaran sihir yang berpendar di lantai penjara. Itu adalah sihir teleportasi yang telah ia siapkan dengan hati-hati.
101.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36 kali sebagai cahaya patronus
Baca
+Pustaka
PEMBALASAN DEWA MAUT

PEMBALASAN DEWA MAUT

Ia mengumpulkan Prana dari elemen Logam dan Api, menggabungkannya bukan untuk kekuatan, tetapi untuk cahaya. "Kilat Surya!" Sebuah ledakan cahaya putih menyilaukan, seterang seribu matahari, meletus dari telapak tangannya. Tidak ada kekuatan destruktif di dalamnya, hanya kemurnian cahaya yang membutakan. Cahaya itu menghantam wajah Prahasta. Untuk pertama kalinya, entitas kosmik itu bereaksi. Matanya yang seperti bintang menyipit, refleks purba terhadap cahaya yang tiba-tiba dan luar biasa. Gerakannya terhenti selama sepersekian detik.
102.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai cahaya patronus
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status