AKU TANPAMU
“Apa kamu pernah mencumbunya?”
Refleks aku membuka mataku, Tania menatapku tajam, tapi ada seutas senyum di wajah cantiknya. Ah, Tania. Kamu benar-benar membuat perasaanku tak menentu. Harus bagaimana aku menjawab pertanyaanmu ini?
Cup!
Tiba-tiba saja ia mencium bibirku saat aku baru saja hendak berbicara.
“Jangan dijawab, Mas. Diammu cukup untuk menjawab pertanyaanku tadi.”