Brondong Sewaan
ku hitung makanan yang tersaji di hadapanku hanya dengan sorot mata.
Dengan senyum lebar yang garis kerutnya mencapai mata, Koswara antusias menjelaskan satu persatu makanan yang ia hidangkan untuk makam malam kami. Aku bahkan baru menyadari jika wajah Koswara kini mulai di tumbuhi berewok tipis yang memenuhi hampir setengah pipinya. “Ini Pepes tahu. Buat bikin ini, saya sampai muter-muter pasar nyari daun pisangnya. Ini bakwan jagung, disini juga banyak sih, tapi ini resep Emak saya Teh jadi rasanya pasti beda. Nah kalau ayam serundeng ini saya masih belajar bikinnya.” terangnya seraya menunjuk setiap hidangan yang dibuat tangannya sendiri.
“Masih belajar? Belajar dari mana kamu, yuutabe?”