Pelakor Sukses
Tapi sekarang … aku rapuh, aku cemburu.
"Jika kau butuh orang yang ingin mendengarkan keluh kesahmu, aku siap."
Aku menoleh mendengar kata-kata itu. Kak Bian berucap dengan pandangan lurus ke depan menatap laut.
"Dari tadi apa yang aku dengar dari ketiga temanmu … aku sudah dapat menebak kalau—"
"Kalau aku pelakor." Aku memotong ucapan Kak Bian.
Pria di samping ku itu menoleh, menatapku sambil tersenyum. "Kau bukan pelakor, Nye." Dia terkekeh.