Kisah Para Penggetar Langit
Jika sudah bercanda, mereka memang lupa menggunakan sebuatan ‘cayhe’ dan lain-lain.
“Haha... Mendengar perkataanmu, aku punya dua kesimpulan,” kata Cio San.
“Apa itu?” tanya Cukat Tong.
“Karena kau tahu sekali apa yang ada dalam pikiranku, kemungkinan besar kau ini adalah cacing dalam perutku.”
“Hahahaha.. Dan yang kedua?”
“Yang kedua adalah, kau pun memiliki keinginan yang sama.”
Semua orang tertawa lepas. Tentu saja Suma Sun tidak ikut tertawa. Dibutuhkan usaha amat besar untuk membuatnya tersenyum. Apalagi tertawa.