MERTUA PELIT, MENANTU CERDIK
kata Rania.
"Nyuci tangan di kali, lah! Sabunnya pakai sabun alami yaitu daun kemangi yang diremet-remet."
"Hahaha, kocak banget, dari dulu gak modal kamu kok mau saja."
"Ada lagi, nih, cerita, waktu itu kita jalan-jalan, naik motor milik bapak mertua, ke Stadion Kanjuruhan, kan kalau ke sana cuma bayar masuknya aja lima ratus perak, kita muter-muter, tuh! Kan haus, ya, muter-muter aja, lagi-lagi dia ngajakin beli teh cuma sebotol diminum berdua, bodohnya aku percaya aja kalau itu romantis, ternyata dia pelit, tahu gitu aku gak mau nikah sama dia, berhubung ketutupan cinta ya mau-mau aja."
Hot Chapters