Ketika Mertua Ikut Campur
“Mas! Kamu ini tega banget sama aku! Kamu tega berbuat zina kayak gini, Mas? Kamu pernah ngomong apa sama aku? Katanya kamu setia dan hanya aku yang kamu cintai! Kamu bohong, Mas! Kamu keterlaluan!”
Air mataku menggenang dan keluar membasahi pipi. Sedikitpun, mas Lutfan tak merespon tentang apa yang kukatakan. Sedangkan Eliza sedang merapikan pakaiannya, meski raut wajahnya masih menunjukkan rasa sakit bekas tamparanku.
“Mbak … tolong dengarkan semua penjelasanku.”
Eliza masih berusaha untuk mengatakan sesuatu yang menurutnya sebagai penjelasan. Bagiku semua apa yang kulihat saat ini sudah menjelaskan segalanya. Sudah beberapa lama mereka melakukan zina? Ya Allah, kenapa menjadi seperti ini?