Gairah Cinta Kakakku
seru Opa berkilah, wajahnya semakin memerah seperti kepiting rebus.
"Ih nggak usah deh, nggak perlu lihat video po*rno segala, apalagi milik kalian," sahutku cepat, merasa risih dan tidak nyaman dengan obrolan mereka. "Aku sudah paham dengan apa yang Om Steven jelaskan, kok. Cukup dengan kata-kata saja, aku sudah bisa membayangkannya."
"Yakin kamu paham? Beneran nggak butuh contoh visual?" Om Steven memastikan, tampak tidak percaya dengan perkataanku.