Pendekar Bukit Meratus
Mereka pun kini duduk berdampingan bersandarkan dinding gua.
Hujan diluar sangat deras, cuaca bak sudah malam saja padahal ini masih sore hari, petir menggelegar tiada henti.
Sambil menikmati arak manis yang dbeli Si Putul di desa yang mereka lewati sebelumnya, keduanya kadang saling pandang, lalu sama-sama senyum.
Aura romantis pun tercipta, Si Putul aslinya memang romantis, sehingga julukan Pendekar Cabul rasanya tak cocok, cocoknya Pendekar Romantis di sandang olehnya.