Pengantin Tanpa Malam Pertama
Berbeda dengan hatinya yang mendadak dingin.
“M-mulai lagi dari awal?” ulang Almira tak mengerti, tapi nadanya naik satu tingkat, menyiratkan sesuatu yang tidak bisa lagi ia tahan.
Ia menoleh kembali. Tatapannya tajam.
“Coba aku tanya, seperti apa gambaran pernikahan di kepala kamu, Mas? Apa kamu pikir pernikahan itu seperti buku gambar? Yang kalau kamu salah coret, tinggal kamu sobek halamannya, lalu kamu mulai lagi dari halaman baru?” katanya. “Kamu lupa, ya? Halaman yang kamu sobek itu bukan kertas kosong.”