Candu Dekapan Kakak Ipar
Fairish mengangkat sudut bibirnya tipis, “Pinter, ya, sekarang. Udah bisa ngejilat Mas Radja, hm? Dimulai dari aku pertama, terus Mbak Inggrit. Siapa lagi setelah ini? Mami?”
Djiwa mengerutkan keningnya. Tangan kanannya sibuk mengusap lengan kirinya yang sedikit merah karena cengkraman Fairish yang kuat sebelumnya.
“Mbak jangan suka nuduh gitu,” ucap Djiwa tak terima. “Djiwa gak pernah menjilat, mengadu atau sejenisnya, Mbak. Memangnya sehebat apa Djiwa sampai berani melakukan itu?”