Cinta Cita
“Ada mama sama papaku juga. Awalnya mungkin sedikit berat, tapi lama-lama juga terbiasa. Seperti mbak Chandi! Dulu awal-awal nikah sering banget PP Jakarta Surabaya kalau lagi kangen sama mama, tapi lama-lama akhirnya bisa mandiri.”
“Tapi, Mas—”
“Aku janji, kamu juga bisa PP Surabaya Jakarta kalau lagi kangen sama mami,” potong Arya. “Aku nggak akan ngelarang, selama kamu belum hamil besar.”
“Ih! Ngomongin apaan coba!” Cita mencebik dan salah tingkah.
“Aku ngomong berdasarkan pengalaman mbak Chandi,” ungkap Arya merasa gemas dengan sikap Cita. “Coba lihat dia sekarang, fine-fine aja, kan? Jadi gimana?”
ตอนยอดนิยม