JANDA CANTIK SANG CEO AROGAN
“Ceritanya bagaimana, Mbak...?”
“Pernikahan Mbak yang pertama,” lanjut Widyanti, “adalah sebuah pernikahan tanpa pertimbangan yang matang. Mbak terima lamaran seorang pemuda satu kampung dengan Mbak, karena kami berdua memang sudah pacaran sejak kami sama-sama duduk di bangku SMA. Mbak berharap, perkawinan atas nama cinta akan membawa kebahagiaan. Ternyata Mbak salah dan kalah. Akibat tanpa dukungan ekonomi, rumah tangga kami goncang. Sejak di-PHK, suami Mbak justru sering mabuk-mabukan dan suka jarang pulang ke rumah. Kami bertengkar dan selalu bertengkar, yang ujung-ujungnya dia menyakiti Mbak secara fisik. Akhirnya Mbak terpaksa menggugat cerai dia. Lalu, setahun kemudian, Mbak punya kese
Sikat na Kabanata