Pesona Istri Dari Desa
"Aku masih punya hati, dan ini bukan sekali dua kali aku ke sekolahnya ketika kamu sibuk dengan Aksen, harusnya kamu introspeksi diri. Bagaimana nanti ketika kamu punya anak dari Aksen, kamu pasti begitu sibuk dan akan terus mengabaikannya. Semuanya Arvian pikirkan. Kamu saja tidak sadar diri."
Tangisku pecah, jadi Arvian sampai sejauh ini pemikirannya. Hatiku terasa ngilu, rasanya begitu sakit.
"Kamu dari kalangan keluarga bahagia, kamu tidak seperti aku atau yang lainnya yang mengalami keluarga broken, kamu tidak tahu bagaimana rasanya menjadi anak broken home. Dipikiran anak seperti kami, bagaimana dia bertahan untuk hidup, kamu tidak tahu sesakit itu rasanya!"
Hot Chapters