Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Di Ambang Gila

Di Ambang Gila

SEMUA YANG NYATA DAPAT DIPALSUKAN. KAMU BERDUA ADALAH PRODUK. DAN PRODUK DAPAT DIGANTIKAN. Di sudut kanan bawah, sebagai gantinya tanda tangan, ada sebuah stiker cetak laser dari sebuah logo: sebuah otak yang terbelah menjadi dua, satu sisi adalah sirkuit, sisi lainnya adalah palet cat.
891 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 35 kali sebagai cetak
Baca
+Pustaka
Heavenly Rift

Heavenly Rift

Tak ada yang bicara. Mereka tak perlu. Setiap napas diatur, setiap gerakan diperhitungkan. --- Tembok keempat setelah belokan pertama membuat Reinalt berhenti. Di sana, tertempel selebaran. REINALT EVERHART DICARI HIDUP-HIDUP Kertas itu masih segar, cetakannya gelap. Di sudut bawah, cap kerajaan tercetak rapi, membuat pesan itu tak terbantahkan: ini bukan isu liar—ini perintah resmi.
101.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 21 kali sebagai cetak
Baca
+Pustaka
Wanita yang Kau Sakiti

Wanita yang Kau Sakiti

Menyebar brosur, promosi door to door, dan mendatangi perkantoran untuk memperkenalkan percetakannya, menawarkan harga miring untuk pesanan tertentu. Pelan, tetapi pasti perjuangannya itu membuahkan hasil. Orderan semakin banyak, apalagi Lintang sangat menjaga kualitas dan ketepatan janji. Hari-harinya semakin sibuk, apalagi keadaan Arsen yang menganggur saat itu. Beberapa kali mengajak pria itu bekerja sama, tetapi sering pula pria itu menolak. Jadilah Lintang yang memenuhi kebutuhan rumah tangga mereka. Barulah setelah setahun mengganggur, Arsen mulai tergerak membantunya mengurusi percetakan. Bahu-membahu, beberapa kali sempa
1058.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.3K kali sebagai cetak
Baca
+Pustaka
SUAMI PENGGANTIKU (BUKAN) PRIA PAYAH

SUAMI PENGGANTIKU (BUKAN) PRIA PAYAH

Ia benar-benar jengah. “Om mau apa sebenarnya?” tanyanya dengan mengangkat dagu. Samudra memejam sebentar. “Simpelnya, jika kamu ingin mencetak buku di zaman serba canggih seperti sekarang ini, kamu tidak perlu pergi ke mana pun, Tari. Kamu cukup duduk di depan komputer bahkan bisa dilakukan dengan ponsel. Kamu cukup mengirim naskahnya via e-mail ke penerbit. Nanti naskahmu akan masuk proses editing dulu, itu pun kalau kamu mengirim naskah menatahan. Tapi kalau kamu sudah self editing sebelumnya, ya, mereka hanya tinggal mencetaknya saja. Semua bisa dilakukan secara online. Tidak mesti bertemu berkali-kali dengan orang yang meng
9.81.1M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36.8K kali sebagai cetak
Tampilkan Ulasan (184)
Baca
+Pustaka
No6el
alhamdulillah TANPA BERBELIT-BELIT PANJANG LEBAR KAYAK SINETRON AKHIRNYA MENTARI MENGATAKAN SOAL PERKATAAN RATRI, TINGGAL SEBUT RATRI AJA & AKHIRNYA SAM TAU KUALITAS CALON ISTRINYA SI RATRI HOREEEE..mkasih banyak kk Rose, ini yg paling ak suka darimu, sat set sat set selesai & angkat masalah baru lg
Ning Smarni
menurutku, wanitq yg hidup terzolimi dari masih kecil & penurut,santun,sayang ortunya, ending hidupnya menjadi baik,kaya,tajir melintir, memdapat pasangan yg baik pula. kalo dicerita ini hidupnya makin miris,bagiku penulis ga liat ayat dlam al qur'an : wanita yg baik, bagi laki2 yg baik pula..........
Baca Semua Ulasan
Aku Bukan Mesin Pencetak Uang

Aku Bukan Mesin Pencetak Uang

tanyaku sibuk membantu mengemasi buku-buku yang sudah selesai dicetak. "Kamu bagaimana sih, Dania! Bisa-bisanya kamu sesantai ini." Wajah Nadia semakin kesal padaku. "Iya, ada apa, Nad?" tanyaku tanpa menoleh sedikitpun, aku terus melanjutkan kegiatanku menyusun buku-buku yang baru di cetak untuk segera di kirim ke perpustakaan-perpustakaan di seluruh Indonesia.
106.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 264 kali sebagai cetak
Baca
+Pustaka
Lelaki Dua Wajah

Lelaki Dua Wajah

Printer itu telah hening, rehat dari tugasnya. Gerakan tangan Karel tak sabar kala membalik helai demi helai kertas yang baru dicetaknya. "Gila!" Satu kata umpatan mengutuk kisah yang baru saja ia baca. Telapak tangan lebarnya spontan menghantam meja, geram. Karel meraup kasar ponselnya yang tergeletak di dekat printer. "Seharian ini kita sudah menghabiskan waktu bersama, masih kangen?" celoteh suara dari seberang telepon.
1025.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 630 kali sebagai cetak
Baca
+Pustaka
CINTA YANG DI NANTIKAN

CINTA YANG DI NANTIKAN

jelasnya lagi Afkar memutar Bola matanya malas mendengar kata-kata memelas sahabatnya itu. "Cari pacar makanya" cibir Afkar "Males Gue cari-cari nanti juga kalo jodoh dateng sendiri" "Lo tu Cowok begek bukan Cewek.Tugasnya mencari bukan dicari" "Eleh sekrang itu kan sama, cewek sama cowok itu gak ada bedanya" dengus Radian " banyak tu yang cewek nembak cowok duluan" lanjutnya
2.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 95 kali sebagai cetak
Baca
+Pustaka
MENGASUH TUAN MUDA BRENGSEK!

MENGASUH TUAN MUDA BRENGSEK!

Mondy menunjukkan menu apa saja yang harus kulakukan. "Isi menu apa saja yang pelanggan pesan, klik ctrl+9 untuk cetak bill, ctrl+10 untuk pembayaran. Tapi ingat, jika sudah cetak bill, maka, pesanan sudah tidak bisa dihapus. Kau harus memperhatikan apa saja yang dipesan, jangan terlewat, nanti kau yang menggantikan uang yang kurang." Aku menelan ludahku kasar, aku bekerja untuk mencari uang, bukan untuk rugi. "T-tapi, apakah Tuan Ford pelit?"
1014.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 533 kali sebagai cetak
Baca
+Pustaka
RINTIK YANG MENGGENANG

RINTIK YANG MENGGENANG

sapa Ganesha. Celia berdiri dan membalas sapaan Ganesha, begitu juga dengan Clint. Mereka hanya berbincang sebentar, lalu Ganesha undur diri duluan karena masih ada pekerjaan yang harus ia selesaikan. Saat Ganesha sudah mencapai pintu Restaurat, Clint memanggilnya dan menyerahkan amplop. Clint mengatakan kalau ini surat untuk Ganesha dari Gabrielle. tanpa banyak bicara, Ganesha undur diri begitu juga dengan Clint.
3.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 119 kali sebagai cetak
Baca
+Pustaka
(Not) A Queen

(Not) A Queen

Tapi, Alecta tidak siap jika ada fans Freya yang ingin melakukan investigasi mandiri, lalu mengetahui kalau yang di foto dan di video itu adalah Alecta meskipun nanti wajahnya dibuat blur. Alecta berhasil mencetak 10 foto dengan mulus tanpa ada kecacatan. “Sepertinya aku berbakat membuka usaha cetak foto.” Alecta tersenyum melihat hasil cetakannya. Tangannya terulur untuk mengambil gunting agar untuk merapikan sisi foto agar terlihat mulus. Tak beberapa lama kemudian, ponsel Alecta berbunyi. Dia segera menyambar ponsel itu dan layar menampilkan tulisna panggilan dari Feris.
1017.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 605 kali sebagai cetak
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status