PEMBALASAN DEWA MAUT
“Eh, lupa. Aku kan tidak punya kaki. Tapi bosan sekali rasanya. Dari tadi pemandangannya batu, batu lagi. Tidak ada pemandangan lain lagi? Desa untuk dibakar, misalnya?”
"Tujuanku bukan untuk membakar," desis Dipasena pada angin, suaranya serak karena lama tak digunakan.
“Oh ya? Terus tujuanmu apa, Tuan Dewa -Yang Galau? Berjalan tidak jelas seperti orang hilang?” cibir Ki Rembong. “Kalau kau mencari pencerahan atau apalah itu, sepertinya salah alamat. Lebih baik kita balik, mencari kota terdekat, terus kita adalam perayaan kembang api menggunakan kekuatan kita. Pasti meriah.”
Hot Chapters