Diam-diam Cinta
“Aku tidak tahu cinta. Aku hanya tahu artinya merelakan. Tapi, jika merelakan adalah bagian dari cinta, tentu aku jauh lebih hebat darimu.”
Svaha membawa Cantra ke dalam pelukannya. “Aku tahu. Kamu lebih hebat dari siapapun, Cantra.”
Cantra membalas pelukan itu. Ia lingkarkan lengannya di pinggang Svaha. Ia peluk lelaki itu kuat-kuat. Sambil menahan air matanya agar riasannya tetap sempurna. Tubuh keduanya bergetar sesaat. Rasa sakit melumuri permukaan kulit mereka. Seperti angin dingin yang mampu menusuk sampai tulang. Keduanya menggigil sebelum melepas pelukan itu. “Sampai bertemu nanti,” tutur Svaha.
ตอนยอดนิยม