Cinta Terlambat
Rumah yang sebelumnya belum pernah ia miliki dan di rasakan nya.
"Andai pernikahan ini benar-benar saling mencintai satu sama lain mungkin pernikahan ini akan indah sekali namun itu hanya khayalan aku saja, heh!"
Kaina melihat ke arah sebelahnya, tempat yang pernah Brian tempati pada malam kemarin, senyuman timbul di bibirnya. Pelukan Brian di waktu itu masih berhasil membuat Kaina termabuk asmara. Dia mengusap usap lembut tempat itu dengan senyuman. Kaina ingin sekali merasakan pelukan itu lagi, kehangatan yang sangat luar biasa ia rasakan walaupun hanya sekejap saja.