TAMU SELEPAS SUBUH
"Bukan begitu, Ma. Maksudku, nantinya aku ingin mengajar di suatu tempat, yang masih di bawah standart kehidupannya. Nah, di situlah baru kita akan merasakan menjadi seorang pengajar tanpa pamrih.
Aku juga bercita-cita, membangun rumah singgah, atau mungkin sekolah gratis, untuk anak jalanan, atau anak-anak yang kurang beruntung."
"Subhanallah, bangga sekali mama punya putri seperti kamu, Sayang. Barakallah. Mama sangat mendukung itu seribu persen, hidup di dunia ini cuma satu kali, maka berbuat baiklah dan menjadilah pemberi terang dan penolong untuk orang lain," ucapku sambil memegang tangannya.
Hot Chapters