Dikira Melarat Usai Bercerai
Lumayanlah, daripada lu manyun.
“Duh, duh! Bin, nyebut! Istighfar! Coba kamu beli kaca dulu, deh. Atau numpang kaca toilet di mal tuh, rada bagusan kok. Supaya kamu bisa tahu bentukanmu itu macam apa, sebelum mutusin buat nyerein anak orang!” Terdengar di ujung kalimatnya, Arif seperti orang yang menahan tawa. Sialan ini Arif. Sok suci betul dia menasihatiku. Kaya sendirinya benar aja! Toh, dia juga yang ngajarin kami-kami main sama LC karaoke.
“Ah, banyak bacot kamu, Rif. Jadi gimana? Mau pinjamin aku uang, nggak? Kalau nggak, aku bakalan lapor ke istrimu.”
Hot Chapters