Dokter, Sentuh Aku Lagi
Hobinya tak berubah dari dulu, yaitu menggoda Avrisha demi melihat pipi merah yang menurutnya sangat menggemaskan.
Ruang makan terasa hangat dengan cahaya lampu kuning memantulkan meja kayu oak yang mengkilap. ART sudah menyiapkan sop buntut, telur dadar lembut, sambal bawang, dan sepoci teh panas yang masih beruap.
Elvareno langsung bersiul pelan. “Wah, kayak jamuan keluarga. Kamu yang masak?”
“ART yang masak,” jawab Avrisha sambil duduk di salah satu kursi. “Aku belum sempat ngapa-ngapain.”