Duka Cita
“Nggak usah diungkit-ungkit, apalagi di depan Arya. Kita semua punya masa lalu, jadi, nggak baik kalau menghakimi dia seperti itu. Kamu, kan, nggak tahu gimana hatinya Arya. Siapa tahu dia memang suka, terus sayang sama kamu.”
“Nggak mungkin.”
“Kenapa nggak mungkin?”
“Mami, cowok itu pake logika.” Cita berusaha menjelaskan berdasarkan persepsi dan sedikit pengalaman yang ia miliki. “Mereka itu juga makhluk visual. Sukanya lihat yang indah-indah, yang bagus-bagus, yang seksi-seksi. Coba sekarang Mami lihat aku?”
Hot Chapters