SUJUD TERAKHIR EMAK
“Ya Allah… saya benar-benar tidak sanggup. Berat rasanya…”
Pak Anto mendekat, lalu meletakkan kotak kayu itu langsung di pangkuan Sita. “Sanggup atau tidak, ini sudah menjadi bagian dari hidupmu. Tolong terimalah, demi almarhumah.”
Sita terdiam. Air matanya menetes ke kotak kayu itu, membasahi sedikit kain pembungkus di atasnya. Dengan gemetar, ia akhirnya meraih kotak itu, lalu mendekapnya erat ke dadanya.