Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pewaris Tunggal II: Skandal Cinta Masalalu

Pewaris Tunggal II: Skandal Cinta Masalalu

Hagu. “Kita pesta malam ini dengan gadis-gadis Kamboja ini, tak apa bekas si Joni, cakep-cakep kok. Selera si Joni the best dahhh! ” cetus Pem cuek hingga Hagu tak bisa berkata-kata. “Gileee emang keturunan roh Datuk Hasim Zailani satu ini, benar-benar playboy kakap,” batin Hagu senyum sendiri.
1049.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai dagu menonjol
Baca
+Pustaka
Pendekar Semesta Kapten Andromeda

Pendekar Semesta Kapten Andromeda

Di depannya saat ini berdiri dua pria berusia setidaknya hampir tiga puluh tahunan. Kedua telinga salah seorang dari mereka terlihat panjang dengan lobang dan bandulan di kedua daun telinganya. Sedangkan seorang lagi, menggunakan topi khas yang disebut Saluak berwarna merah dengan renda-renda berwarna emas. “Ada apa Jagau, Kilek? Kenapa Letnan Jenny belum membawa kita kembali ke Neo Nusantara?” Dengan berat hati pria yang disebut Jagau membisikkan sesuatu ke telinga Andromeda. Membuat raut wajah Kapten itu terlihat sangat gusar.
101.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 31 kali sebagai dagu menonjol
Baca
+Pustaka
Posessive Husband

Posessive Husband

Sagara berusaha mencari cara untuk membangunnya tanpa menyentuh. Tiba-tiba, sebuah ide cemerlang melintas dipikirannya, ia tersenyum misterius sebelum menjalankan aksinya. "Okey, kamu suka kan dengan lagu dangdut!" Sagara menuju lemarinya, mengambil sebuah speaker portable dari atas sana. Kemudian, dia memutar musik dangdut koplo dengan volume maksimal. Lagu itu berjudul "Goyang Dumang" dengan full bass, cukup kencang hingga membuat seisi kamar itu bergetar. Untungnya, kamar Sagara kedap suara, jadi orang yang diluar tidak akan mendengar guncangan tersebut.
10619 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 23 kali sebagai dagu menonjol
Baca
+Pustaka
WOLVIRE (Bahasa Indonesia)

WOLVIRE (Bahasa Indonesia)

Wajahku pucat saat Saga menyeringai di ambang pintu seperti bocah yang memenangkan lomba makan kerupuk. “Kau benar-benar temannya Damon Salvatore, ya?” aku bergumam seperti orang kedinginan. Seringai Saga luntur. “Siapa yang siapa, katamu? Aku tak tahu apa maksudmu.” Aku tertawa canggung. Tiba-tiba saja punggungku sudah menyentuh dinding di belakangku. “A-Atau kau anak angkat Ayah Agra … saudara Digo?” Suaraku masih bergetar.
1013.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 381 kali sebagai dagu menonjol
Baca
+Pustaka
Dara Ameera

Dara Ameera

"Kenapa Mona?" Ya, seseorang itu adalah Mona. Ia kebetulan kemari untuk mengantarkan makan siang untuk ayahnya, yang merupakan pemilik kampus ini. Namun siapa sangka, di tengah-tengah perjalannya, ia melihat sosok Danu yang tampak berkelahi dengan seorang pria, hanya karena seorang wanita, yang akhir-akhir ini ia ketahui bernama Dara. "Ayah, bisakah ayah membantuku?" "Katakan sayang, apa yang bisa ayah lakukan untukmu?"
107.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 252 kali sebagai dagu menonjol
Baca
+Pustaka
MOKONDO Lepas, Bangsawan Triliuner Kudapat

MOKONDO Lepas, Bangsawan Triliuner Kudapat

potong Dewa cepat. Tangan Dewa bergerak memberi kode agar Sarah kembali duduk di tempatnya. Seringai tipis muncul di wajah tampan pria itu, "Apa jaminan yang Kakak bawa? Uang satu miliar tentu bukan jumlah yang sedikit." tanyanya dengan nada sopan juga terdengar akrab memanggil 'kakak' pada Sarah.
101.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 24 kali sebagai dagu menonjol
Baca
+Pustaka
Herrscher (Divina Futuri)

Herrscher (Divina Futuri)

Hawa yang bukan manusia dirasakan oleh Dagaz. “Beli apa, Dek?,” tanya seorang pria cukup tua yang muncul tiba – tiba berdiri di sampingnya. Dagaz tidak merasakan hawa manusia dari pria tua tersebut. Ia melihat barang yang dibawa oleh pria tua. Sebuah cendera mata dari logam yang seperti kuningan, namun belum mengalami karat. “Ah, tidak, Pak. Saya cuma ----“
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 118 kali sebagai dagu menonjol
Baca
+Pustaka
Ratu tak Dianggap

Ratu tak Dianggap

Lomon menoleh ke belakang ... Lomon terjatuh tak berdaya, namun ia lega meski tak mampu ke titik akhir. Lomon agak sedikit bangga atas apa yang diperbuatnya dulu. "Oh..., kasihannya sang Raja Agung Guardians," kata pasukan pakaian yang berbeda dengan mengangkat kepala Lomon. Saat itu pasukan memegang dagunya dengan 3 jarinya mengahadap ke langit.
1.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 33 kali sebagai dagu menonjol
Baca
+Pustaka
KAMPUNG HALIMUN

KAMPUNG HALIMUN

Duag, duag, duag Duag, duag, duag Apa yang Mang Ayep pikirkan ternyata benar, suara itu muncul kembali. Suara pukulan dari luar yang memukul pintu besi itu dengan sangat keras. “Bener, ieu mah demit sakola anu keur ngaheureuyan urang, (Benar, ini adalah demit sekolah yang sedang mengerjaiku,)” kata Mang Ayep. Mang Ayep hanya berdiri di belakang pintu itu tanpa melakukan apapun, dia hanya mendengarkan suara pukulan itu yang terdengar sangat nyaring disana.
9.630.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 897 kali sebagai dagu menonjol
Tampilkan Ulasan (22)
Baca
+Pustaka
pujangga manik
jangan lupa baca karya terbaru saya ya SEHARUSNYA KAU IKUT MATI ekslusif di Goodnovel baca juga karya saya yang lain WARUNG TENGAH MALAM (tamat) KUTUKAN LELUHUR (tamat) KAMPUNG HALIMUN (tamat) support terus ya, Terima kasih
Joy Julia
Sepertinya mending selesaikan Warung Tengah Malam dulu Thor, sudah terlanjur seru, biar bs fokus satu per satu dulu. Kampung Halimun seru jg, tp blm panas. Bakal geregetan kalau disana masih bersambung, disini bersambung
Baca Semua Ulasan
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status