Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Sepuluh Selir Ratu Arischa

Sepuluh Selir Ratu Arischa

Suaranya bergema di keheningan lembah, namun hanya kicauan burung yang menjawabnya. Lia mulai berjalan menyusuri tepian danau. Ia melihat sebuah desa kecil di kejauhan. Asap mengepul dari cerobong asap rumah-rumah batu yang tertata rapi. Tidak ada tanda-tanda perang, tidak ada monster mekanik. Dunia ini tampak seperti Aridonia yang seharusnya, sebuah utopia abad pertengahan yang damai.
101.6K viewsCompletedAdded to Library 58 Times as dalam sepi utopia
Read
+Library
Mas Ganteng

Mas Ganteng

ucap Ira. Rumi mengangguk. “Iya. Biar aku bisa menjaga Gerta lebih dekat.” Keluar dari pemakaman Gerta mengembuskan napas. “Rumah pasti sepi sekarang tanpa kecerewatan Opung. Biasanya kalau sore-sore begini pasti minta dibuatkan kopi.” “Tapi Opung nggak akan merasa sepi, Gerta. Karena dia sudah ditemani sama Uti. Jadi kamu juga nggak noleh ngerasa sepi. Karena kamu masih ada Kis dan Rumi,” tutur Ira.
6.9K viewsCompletedAdded to Library 173 Times as dalam sepi utopia
Read
+Library
BUNGA ABADI

BUNGA ABADI

Have a nice dream. Kata - kata yang melayang di benak Lingga dan Azalea malam itu. Dua sejoli yang saling jatuh cinta tapi tidak menyadari tentang perasaannya. Lingga tenggelam dalam lamunan tentang Azalea, begitu pun dengan Azalea. Keduanya terlelap dengan hati yang menanti - nanti agar esok pagi datang lebih cepat. "Apa yang membuatmu menangis Utari?" tanya seorang laki - laki.
107.8K viewsCompletedAdded to Library 187 Times as dalam sepi utopia
Read
+Library
Ujung Senja

Ujung Senja

Entahlah, semua terasa tak pasti. Aku menghabiskan waktu dengan membereskan pekerjaan rumah di lagi hari, saat matahari beranjak naik, aku berangkat ke Lolita. Menyibukkan diri demi mengusir gundah gulana. Seperti saat ini, siang yang terik dan Lolita sepi sekali. Mungkin efek bulan tua, atau karena ini hari Selasa sehingga orang sibuk dengan kegiatan masing-masing, tak memiliki waktu untuk sekadar ke salon. Aku dan Meri duduk di kursi sambil memegang gadget masing-masing. Mataku mengarah ke layar ponsel, tetapi pikiranku sudah berlari hingga ke Kutub Utara. Aku lelah dengan pikiranku sendiri, tetapi aku tak tahu bagaimana cara melepas semua pikiran itu.
108.3K viewsCompletedAdded to Library 265 Times as dalam sepi utopia
Read
+Library
 Cinta dalam Bayangan Hutang

Cinta dalam Bayangan Hutang

Tangannya memegang secangkir teh, uapnya mengepul perlahan, menambah kehangatan suasana pagi itu. Adrian, yang berdiri di dapur, tersenyum kecil sambil membalik roti di wajan. Aroma mentega yang meleleh memenuhi ruangan, bercampur dengan wangi kopi yang baru saja ia seduh. "Sepi tidak selalu buruk," katanya. "Kadang-kadang, kita butuh sepi untuk benar-benar mendengar diri kita sendiri." Ara tersenyum kecil, tapi ia tetap memandangi langit yang cerah di luar. "Aku rasa aku lupa bagaimana rasanya benar-benar menikmati keheningan."
1.9K viewsCompletedAdded to Library 73 Times as dalam sepi utopia
Read
+Library
TERIMA KASIH SUDAH MEREBUT SUAMIKU

TERIMA KASIH SUDAH MEREBUT SUAMIKU

Kehadiran Utami merusak tatanan hidup yang selama ini sudah dianggap penuh kedamaian. “Cepat bangun!” Suara Utami kembali memenuhi indera pendengarannya. Lilik menoleh ke arah Zidane, takut-takut bocah itu terbangun karena suara Utami yang cukup mengganggu. Beruntungnya, Zidane hanya bergerak sedikit. Ia kembali terlelap setelahnya. Dengan penuh hati-hati Lilik beringsut dari ranjang. Ia berjalan ke arah pintu depan degup jantung bertalu-talu. Ia mengambil napas, menyiapkan mental sebelum menghadapi Utami yang tingkat kekejamannya lebih tinggi dibandingkan Mumun.
1063.3K viewsCompletedAdded to Library 2.5K Times as dalam sepi utopia
Read
+Library
Terjerat Cinta Pesepakbola Tampan

Terjerat Cinta Pesepakbola Tampan

"Sepi," gumam Ale pelan, memandang ke sekeliling dapur utama. Ale duduk termenung seorang diri di dapur. Hanya berteman sepi tanpa ada seorangpun yang bisa diajaknya berbincang apalagi bercanda. "Kenapa akhir-akhir ini aku merasa rumah ini selalu sepi di saat aku kembali?" gumamnya lagi. Lamunannya teralihkan saat smartphone-nya berkedip. Sepertinya ada pesan atau notifikasi pemberitahuan dari akun-akun media sosialnya.
103.9K viewsCompletedAdded to Library 96 Times as dalam sepi utopia
Read
+Library
Era Baru

Era Baru

Dia sama sekali tidak menemukan tanda-tanda kehidupan. “Perasaan sepi ini sedikit menyenangkan. Entah kenapa aku merasa semakin jauh aku berkuda semakin sepi tempat yang kulewati. Situasi semacam ini sulit untuk ditemukan dan bahaya selalu berdampingan dengan tempat semacam ini. Aku tidak tahu apakah Lembah Surawa sudah dekat? Intuisiku mengatakan padaku bila itu sudah dekat!”
1057.7K viewsCompletedAdded to Library 1.2K Times as dalam sepi utopia
Read
+Library
Membuatmu Jatuh Cinta Lagi

Membuatmu Jatuh Cinta Lagi

“Kita bahas topik lain—” “Topik apa?” Utari bertopang dagu. “Obrolan terakhir kita.” Seketika, ruangan senyap. Hanya terdengar semilir angin dan deburan ombak yang membentur dinding-dinding tebing dari kejauhan. Di hadapannya, Utari pun tak bereaksi, seolah-olah menunggu kelanjutan darinya. “Barangkali ucapanku menyinggungmu sampai enggak menemuiku. Pesan-pesanku cuma dibaca juga.”
103.1K viewsCompletedAdded to Library 109 Times as dalam sepi utopia
Read
+Library
PREV
123456
...
9
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status