Duka Cita
“Bohong, ah!”
“Ciyus, Cit!” Arya ikut tergelak karena geli sendiri dengan ucapannya barusan. “Makanya, ayo dicoba. Bentaran doang, yok! Tapi, aku nggak maksa, cuma ngajak. Jadi ayok, sekali aja.”
“Cuma sekali, ya ... satu detik.”
“Iya, satu detik!” angguk Arya berusaha menahan banyak gejolak di dalam dada, juga tubuhnya. “Gimana?”
“Emm … oke, satu detik ….
Hot Chapters